Desa Hijau atau Merah? Nasib Ditentukan dari Sampah

  • 31 Mei 2026 13:56 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kebiasaan membuang sampah sembarangan tampaknya tak lagi bisa dianggap persoalan sepele oleh masyarakat luas saat ini. Pemerintah tengah menyiapkan langkah besar yang menjadikan pemilahan sampah sebagai bagian penting kehidupan sehari-hari masyarakat.

Perubahan tersebut akan dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga yang selama ini menjadi penghasil sampah terbesar. Dari dapur hingga halaman rumah, warga didorong lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan setiap hari.

Menariknya, desa-desa nantinya dapat memiliki status khusus berdasarkan tingkat kepatuhan warganya dalam memilah sampah secara konsisten. Desa yang berhasil membangun budaya bersih berpeluang menyandang kategori hijau dengan citra lingkungan lebih baik.

Sebaliknya, wilayah yang masih mengabaikan pengelolaan sampah berisiko mendapat penilaian kurang baik dari pemerintah setempat. Skema tersebut diharapkan mampu memicu semangat warga untuk bersama-sama menciptakan lingkungan lebih sehat dan nyaman.

Tak hanya mengandalkan aturan, pemerintah juga mendorong pemanfaatan teknologi guna mempermudah pengolahan sampah langsung dari rumah. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Lahsamor, alat praktis untuk mengelola sampah organik secara sederhana.

Kehadiran teknologi ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang menginginkan solusi mudah tanpa proses rumit sehari-hari. Dengan desain yang lebih praktis, pengolahan sampah diharapkan dapat menjadi kebiasaan baru yang menyenangkan warga.

Target Indonesia mengatasi persoalan sampah pada 2029 bukan sekadar wacana, melainkan agenda besar yang sedang berjalan. Keberhasilannya akan ditentukan oleh kolaborasi pemerintah, teknologi, dan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....