Membumikan Integrasi Sains dan Al Quran di Ruang Kelas
- 20 Mei 2026 06:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi — Menyongsong operasional perdana pada tahun ajaran baru mendatang, SMP Islam Darul Hakim bergerak cepat memperkuat fondasi mutu akademiknya. Sekolah Islam masa depan ini menggelar acara Peningkatan Kapasitas Tenaga Pendidik dan Kependidikan pada Selasa (19/5/2026). Hadir sebagai narasumber utama, pakar Integrasi Sains dan Agama dalam Pembelajaran sekaligus dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Dr. Irwandi Nashir.

Dalam paparannya, Irwandi menegaskan bahwa Alquran bukanlah kitab suci yang menjauh dari realitas ilmiah. Sebaliknya, terdapat sedikitnya 750 ayat di dalam Alquran yang bermuatan pesan tentang sains dan fenomena alam. Untuk membumikan potensi besar tersebut ke dalam ruang kelas, ia memperkenalkan sebuah model pembelajaran inovatif yang dinamakan Q-move model (Quranic Moral Value Model) atau Model Nilai-Nilai Moral Quran.
Dua Jalur Integrasi
Di hadapan para guru SMP Islam Darul Hakim, Irwandi menjelaskan bahwa integrasi antara sains dan Alquran dalam proses pembelajaran dapat dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu pendekatan ke hilir dan pendekatan ke hulu.
- Pendekatan ke Hilir: Menempatkan Alquran sebagai inspirasi awal. Kajian terhadap ayat-ayat suci Alquran menjadi pemantik atau stimulus bagi siswa dan guru untuk melakukan riset dan pembuktian ilmiah.
- Pendekatan ke Hulu: Bekerja sebaliknya. Materi pelajaran atau hasil riset sains yang sudah ada diuji dan dikonfirmasi dengan ayat-ayat Alquran.
Tujuan dua pendekatan itu, jelas Irwandi, adalah agar hasil riset yang merupakan kajian atas ayat kauniyah (alam semesta) dapat bertemu secara harmonis dengan ayat-ayat quraniyyah (wahyu) di dalam akal pikiran dan hati nurani peserta didik.
Sebagai contoh konkret, dalam pelajaran Biologi mengenai embriologi atau proses penciptaan manusia. Melalui pendekatan ke hulu, guru menjelaskan fase perkembangan janin dari zigot, morula, hingga janin utuh berdasarkan ilmu kedokteran modern. Setelah siswa memahaminya, guru mengonfirmasi materi tersebut dengan Alquran Surah (QS) Al-Mu'minun Ayat 12-14 yang secara detail telah merinci fase sulalatin min thin (saripati tanah), nuthfah (setetes mani), 'alaqah (segumpal darah), hingga mudhghah (segumpal daging).
Contoh lain terdapat pada materi Astronomi mengenai pergerakan benda langit. Fenomena rotasi dan revolusi disandingkan dengan QS Yasin Ayat 38-40 yang menegaskan bahwa matahari dan bulan berjalan pada garis edarnya (falak) masing-masing. Pertemuan dua pendekatan ini menuntun siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga takjub akan kebenaran mutlak ayat-ayat Allah Ta'ala.
Tiga Pilar Hubungan
Lebih lanjut, Irwandi juga mengingatkan para pendidik mengenai tiga pendekatan filosofis dalam menjembatani hubungan antara sains dan agama agar tidak terjadi tumpang tindih yang keliru:
- Saling Dukung (Supporting): Agama dan sains berjalan beriringan di mana temuan sains memperkuat kebenaran isyarat Alquran, dan nilai Alquran memberikan legitimasi moral bagi perkembangan sains.
- Saling Koreksi (Correcting):Sains yang bebas nilai dan berpotensi destruktif dikoreksi oleh panduan etika agama, sementara pemahaman keagamaan yang kaku atau keliru terhadap fenomena alam dapat diluruskan oleh fakta ilmiah yang valid.
- Pendekatan Filosofis (Philosophical Approach): Memandang bahwa baik alam semesta maupun kitab suci bersumber dari Zat yang sama, yaitu Allah SWT, sehingga pada hakikatnya tidak ada pertentangan antara kebenaran ilmiah dan kebenaran ilahi.
Melalui penerapan Q-move model ini, SMP Islam Darul Hakim diharapkan mampu melahirkan generasi Muslim masa depan yang tidak hanya menguasai sains modern secara rigid, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang bersumber dari nilai-nilai moral Alquran.
Keberlanjutan Program
Acara Peningkatan Kapasitas (Upgrading) ini dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Akademisi Surau, Syamsuardi, S.Ag. Dalam sambutannya, Syamsuardi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menegaskan komitmen yayasan untuk melahirkan lembaga pendidikan Islam yang kompetitif, modern, namun tetap kokoh dalam memegang teguh nilai-nilai luhur agama.
"Peningkatan kapasitas ini adalah ikhtiar kita bersama untuk memastikan bahwa saat gerbang sekolah dibuka pada awal tahun ajaran baru nanti, para guru kita telah siap sepenuhnya dengan bekal metodologi terbaik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Islam Darul Hakim, Jasmeri, S.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian agenda peningkatan kapasitas guru ini dirancang secara komprehensif dan berlangsung maraton dari tanggal 18 Mei hingga berakhir pada 23 Mei 2026.
"Sehari sebelumnya, Senin (18/5), kami juga telah menghadirkan narasumber nasional, Dr. Zulfikri, M.Ed., mantan Plt. Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran. Kehadiran beliau memberikan suntikan pemahaman kurikulum yang sangat berharga," ungkap Jasmeri.
Jasmeri menambahkan, setelah penyampaian materi integrasi sains dan agama hari ini, agenda pelatihan tidak berhenti di sini. "Hingga hari terakhir nanti, sejumlah materi pencerahan dan penguatan pedagogik lainnya telah disiapkan demi mematangkan kesiapan seluruh tenaga pendidik dan kependidikan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....