Strategi Opening, dan Closing Presentasi yang Bikin Nempel
- 13 Mei 2026 00:16 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi – Opening dan closing itu ibarat “pintu masuk” dan “kesan terakhir” dalam sebuah presentasi. Kalau dua bagian ini kuat, audiens biasanya akan lebih mudah ingat apa yang kamu sampaikan. Menurut penelitian komunikasi dari Princeton University, efek “first impression” dan “last impression” sangat berpengaruh terhadap daya ingat seseorang.
Di bagian opening, kamu nggak perlu langsung serius atau terlalu formal. Justru lebih bagus kalau kamu mulai dengan cerita singkat, pertanyaan ringan, atau fakta unik yang bikin audiens langsung penasaran. Tujuannya sederhana: bikin mereka “masuk” ke dunia yang kamu bangun sejak detik pertama.
Sementara itu, closing adalah momen yang sering diremehkan padahal paling penting. Banyak orang menutup presentasi dengan kalimat “sekian dan terima kasih”, padahal ini kesempatan terakhir untuk meninggalkan kesan kuat. Kamu bisa pakai ringkasan singkat, kutipan, atau ajakan yang relevan dengan topik kamu.
Selain itu, teknik “looping” juga sering dipakai oleh speaker profesional. Artinya, kamu mengaitkan kembali closing dengan opening supaya terasa utuh dan rapi. Cara ini bikin audiens merasa presentasimu lebih terstruktur dan mudah diingat.
Intinya, opening dan closing bukan sekadar formalitas, tapi bagian paling strategis dalam public speaking. Kalau kamu bisa menguasai dua momen ini, presentasi kamu akan terasa lebih hidup, profesional, dan meninggalkan kesan yang kuat. Ini adalah salah satu kunci penting dalam strategi public speaking yang efektif dan berkesan. (AMP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....