CPNS Dilatih BBPKA-PDN I Jadi Role Model Virus Kebaikan dan Tekankan Habituasi

  • 04 Mei 2026 19:18 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Baso - Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I (BBPKA-PDN I) resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang I Tahun 2026, yang dilaksanakan pada Senin, 4 Mei 2026 pukul 09.30–10.30 WIB di Aula Nusantara BBPKA-PDN I.

Kegiatan ini mencakup peserta Angkatan 5, 6, 7, dan 8 Golongan III Tahun 2026, yang akan mengikuti pembelajaran klasikal selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Mei 2026. Sebelumnya, para peserta telah melalui tahapan pembelajaran mandiri, distance learning, serta habituasi sejak 25 Januari 2026.

Acara pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala BBPKA-PDN I, Sarjayadi, yang memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta. Turut hadir pula perwakilan instansi asal peserta, yakni dari BKPSDM Kabupaten Seluma dan BKPSDM Solok Selatan.

Dalam laporannya, panitia menyebutkan bahwa jumlah peserta Latsar CPNS kali ini mencapai 160 orang, yang berasal dari Kabupaten Seluma dan Kabupaten Solok Selatan, dan terbagi dalam empat angkatan.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri, Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I, Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Pemerintah Kabupaten Seluma, serta para praktisi dan pakar pemerintahan.

Dalam arahannya, Sarjayadi menegaskan bahwa Pelatihan Dasar CPNS bukan sekadar kegiatan formal, melainkan proses pembentukan karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan yang telah dilalui peserta, mulai dari pembelajaran mandiri, daring, hingga habituasi di tempat kerja, merupakan bagian dari internalisasi nilai-nilai dasar ASN.

“Pembelajaran klasikal selama enam hari ini menjadi fase penting, terutama dalam penilaian sikap, perilaku, serta pelaksanaan seminar laporan aktualisasi sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kegiatan habituasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penerapan nilai dasar ASN BerAKHLAK dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dihafal, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku nyata, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Ia juga mengibaratkan proses pembentukan karakter seperti seseorang yang belajar menggunakan tangan kiri setelah kehilangan tangan kanan. Meski awalnya sulit, dengan ketekunan dan pembiasaan, hal tersebut akan menjadi kemampuan yang natural.

“Pembiasaan mungkin tidak mudah di awal, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Dengan ketekunan, nilai-nilai dasar ASN akan menjadi bagian dari karakter kita,” tegasnya.

Menutup arahannya, Kepala BBPKA-PDN I berharap para peserta mampu menjadi teladan sekaligus “virus kebaikan” di instansi masing-masing. Di tengah berbagai tantangan dunia kerja, ASN muda diharapkan tetap menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta konsisten dalam menerapkan nilai-nilai dasar ASN.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....