Tren Geologi UNP Dorong Edukasi Berkelanjutan di daerah

  • 01 Mei 2026 08:58 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Sijunjung -‎ Belajar geologi dan kebumian kini mulai menjadi tren baru dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Sijunjung.

Pendekatan ini tidak hanya menawarkan keindahan lanskap alam, tetapi juga menghadirkan nilai edukasi yang memperkaya pengalaman wisatawan.

Melalui konsep ini, wisatawan diajak memahami proses terbentuknya bentang alam, jenis batuan, hingga dinamika kebumian yang membentuk karakter wilayah Sijunjung.

‎Tren ini diperkuat melalui kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan akademisi, khususnya dari Program Studi Teknik Geologi Universitas Negeri Padang (UNP). Keterlibatan kampus menjadi kunci dalam menghadirkan pendekatan ilmiah yang terstruktur, mulai dari identifikasi potensi geologi hingga penyusunan narasi interpretasi yang menarik bagi publik.

Dengan demikian, pengembangan pariwisata tidak hanya berbasis estetika, tetapi juga berbasis ilmu pengetahuan.

‎Secara geografis, Sumatera Barat memiliki keragaman bentang alam yang kompleks, mulai dari kawasan vulkanik, perbukitan, hingga struktur geologi aktif yang merupakan bagian dari sistem tektonik regional.

Kondisi ini menjadikan wilayah ini sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi geowisata. Namun, potensi tersebut memerlukan kajian mendalam agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan

‎Di sinilah peran kampus geologi dan para ahli menjadi sangat penting. Melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, para akademisi mampu memberikan analisis komprehensif terkait potensi kebumian, termasuk sumber daya geologi, warisan geologi (geoheritage), serta potensi bencana alam. Analisis ini menjadi dasar dalam menentukan arah pengembangan wilayah yang aman, produktif, dan berkelanjutan.

‎Selain aspek potensi, pendekatan geologi juga memberikan kontribusi besar dalam mitigasi kebencanaan. Wilayah Sumatera Barat yang berada pada zona rawan gempa dan longsor membutuhkan pemahaman yang baik terhadap risiko geologi.

Dengan keterlibatan ahli geologi, masyarakat dan pemerintah daerah dapat memperoleh rekomendasi berbasis ilmiah dalam pengelolaan ruang, sehingga risiko bencana dapat diminimalkan tanpa menghambat pembangunan.

‎Kolaborasi antara Teknik Geologi UNP dan pemerintah daerah Sijunjung juga mendorong lahirnya inovasi dalam penyampaian informasi kebumian kepada masyarakat dan wisatawan.

Edukasi tidak lagi disampaikan secara konvensional, tetapi dikemas dalam bentuk media interpretatif, jalur geowisata, serta kegiatan lapangan yang interaktif. Hal ini menjadikan geologi sebagai ilmu yang lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

‎Dengan berkembangnya tren belajar geologi sebagai bagian dari pariwisata berkelanjutan, Kabupaten Sijunjung memiliki peluang besar untuk menjadi contoh pengembangan wilayah berbasis ilmu kebumian di Sumatera Barat.

Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat menjadi fondasi utama dalam menciptakan kawasan yang tidak hanya menarik secara wisata, tetapi juga tangguh terhadap bencana dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

‎Aktifitas edukasi ini menjadi semakin strategis karena Kabupaten Sijunjung tengah diarahkan menuju pengembangan kawasan geopark yang berpotensi diusulkan ke UNESCO Global Geopark.

Dalam konteks ini, kontribusi mahasiswa dan dosen Teknik Geologi menjadi sangat penting, terutama dalam penyediaan data ilmiah, penyusunan narasi interpretasi geologi, serta edukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian warisan geologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....