Dispora Sumbar Dorong Kreator Muda Era Digital

  • 29 Apr 2026 16:20 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumatera Barat melalui Bidang Pemberdayaan Pemuda menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kreativitas Pemuda Sub Sektor Video dengan tema “Transformasi Digital, Kreativitas Tanpa Batas”. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 29 April hingga 2 Mei 2026, bertempat di Grand Rocky Hotel, Kota Bukittinggi.

Program ini didanai melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Barat Dr. (Cad.) Zulkenedi Said,S.Sos.S.H.M.SI.M.M.M.H.M.AP.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah,SP.MSP yang juga hadir sebagai narasumber utama dengan materi bertajuk “Strategi Pemerintah Daerah dalam Mendukung Kreator Muda di Era Ekonomi Digital”.

Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatera Barat Mahdianur.,SE.SH.M.M serta Kabid Pemberdayaan Pemuda Dispora Sumbar Sandy Waldi.,M.Si

Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar H. Mahyeldi Ansharullah,SP.MSM menegaskan bahwa ekonomi digital saat ini menjadi kekuatan besar yang membentuk masa depan, dengan pemuda sebagai aktor utama yang tidak tergantikan.

Ia menyampaikan bahwa jumlah pemuda di Sumatera Barat mencapai sekitar 1,4 juta jiwa atau 25–26 persen dari total populasi, yang merupakan potensi besar sebagai motor penggerak pembangunan.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi energi perubahan. Tantangannya adalah bagaimana kita mengelola potensi ini secara optimal, terutama dalam mendorong keterlibatan pemuda dalam ekonomi produktif, termasuk sektor kreatif digital,” ujar Mahyeldi.

Kegiatan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, seperti tenaga digital di kantor nagari, guru, serta pelajar SMA/SMK dari Kabupaten Pasaman Barat, Pasaman, dan Kota Padang. Peserta terdiri dari 26 laki-laki dan 24 perempuan dengan rentang usia 16 hingga 30 tahun.

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan kreativitas pemuda dalam bidang produksi konten video, sekaligus mendorong transformasi peran mereka dari sekadar konsumen menjadi produsen konten digital yang positif, kreatif, dan bernilai ekonomi.

Selain itu, kegiatan ini tetap menanamkan nilai-nilai budaya Minangkabau yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Mahyeldi juga menyoroti bahwa profesi kreator kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan peluang ekonomi yang menjanjikan bahkan dapat menjadi jalan pengabdian.

Menurutnya, berbagai bidang seperti video kreatif, desain grafis, animasi, hingga digital branding merupakan ruang strategis yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda.

Namun demikian, ia juga mengakui adanya sejumlah tantangan yang dihadapi kreator muda, seperti keterbatasan akses pelatihan, belum meratanya ekosistem kreatif, serta kurang optimalnya dukungan dalam hal pemasaran dan monetisasi.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus memperkuat langkah strategis melalui berbagai pendekatan diantaranya: Peningkatan kapasitas pemuda melalui pelatihan keterampilan digital, Pemberdayaan berbasis kreativitas melalui festival dan program kewirausahaan, Penguatan jejaring kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan komunitas, Mendorong pemuda menjadi pelaku ekonomi aktif di era digital.

“Kita ingin pemuda Sumatera Barat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi kreator sekaligus entrepreneur yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga global,”tambahnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dan instruktur dari berbagai latar belakang profesional, termasuk unsur pemerintah daerah, DPRD, pelaku industri kreatif, produser, penulis naskah, serta praktisi digital branding.

Para instruktur teknis yang terlibat telah memiliki sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga menjamin kualitas pelatihan yang profesional dan aplikatif.

Selain peningkatan keterampilan teknis seperti video editing, penulisan naskah, dan public speaking, kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran ide antar peserta.

Diharapkan, melalui pelatihan ini akan lahir kreator-kreator muda yang tidak hanya inovatif, tetapi juga mampu mengangkat potensi daerah melalui karya digital yang berdaya saing tinggi.

Menutup sambutannya, Gubernur secara resmi membuka kegiatan tersebut dengan harapan besar agar program ini mampu menjadi titik awal terbentuknya ekosistem kreator muda yang kuat di Sumatera Barat.

“Semoga kegiatan ini menjadi ruang lahirnya ide, jejaring, dan langkah nyata dalam membangun masa depan pemuda yang kreatif dan mandiri di era digital,” pungkasnya. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....