Dimensi “Who” dalam E-Business

  • 27 Apr 2026 10:20 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dalam dunia e-business, dimensi “who” menjadi fondasi utama yang menentukan siapa saja aktor yang terlibat dalam transaksi digital. Dimensi ini menjawab pertanyaan mendasar: siapa bertransaksi dengan siapa? Melalui pemahaman terhadap “who”, kita dapat mengidentifikasi hubungan antar pelaku bisnis dan memahami bagaimana interaksi digital membentuk berbagai model bisnis modern.

Dimensi “who” membagi entitas bisnis digital ke dalam beberapa kategori utama. Pertama adalah Business to Business (B2B), yaitu transaksi antara perusahaan dengan perusahaan lain. Model ini biasanya melibatkan volume besar dan sistem terintegrasi, seperti produsen bahan baku yang menjual ke pabrik melalui platform digital. Contoh penerapannya dapat dilihat pada Alibaba dan Indotrading, yang memfasilitasi hubungan antar pelaku industri secara efisien.

Kedua, Business to Consumer (B2C) merupakan model yang paling dikenal masyarakat. Dalam sistem ini, perusahaan menjual produk atau jasa langsung kepada konsumen melalui platform digital.

Marketplace seperti Tokopedia dan Shopee menjadi contoh nyata, di mana konsumen dapat berbelanja dengan mudah tanpa batas waktu dan tempat. Fokus utama B2C adalah menciptakan pengalaman pelanggan yang cepat, aman, dan nyaman.

Selanjutnya, ada Consumer to Consumer (C2C), di mana individu menjual produk atau jasa kepada individu lain. Situs seperti OLX dan Facebook Marketplace menjadi wadah transaksi antar pengguna tanpa perantara perusahaan besar. Model ini memperkuat ekonomi berbasis komunitas dan membuka peluang bagi masyarakat untuk menjadi pelaku bisnis mandiri.

Model berikutnya adalah Consumer to Business (C2B), yang menunjukkan pergeseran kekuatan pasar. Dalam sistem ini, konsumen menawarkan produk atau jasa kepada perusahaan. Fenomena influencer marketing menjadi contoh nyata, di mana individu menjual jasa promosi kepada brand melalui media sosial. C2B menandai era baru di mana konsumen tidak hanya sebagai pembeli, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi perusahaan.

Selain hubungan antar individu dan perusahaan, dimensi “who” juga mencakup interaksi dengan pemerintah. Business to Government (B2G) menggambarkan transaksi antara perusahaan dan lembaga pemerintah, seperti sistem pengadaan barang dan jasa melalui LPSE.

Sementara itu, Government to Business (G2B) menunjukkan peran pemerintah sebagai penyedia layanan digital bagi dunia usaha, contohnya sistem OSS (Online Single Submission) untuk perizinan usaha.

Keseluruhan model ini memperlihatkan bahwa dimensi “who” dalam e-business tidak hanya menjelaskan hubungan transaksi, tetapi juga mencerminkan struktur ekosistem digital yang saling terhubung.

Dengan memahami siapa yang berinteraksi dengan siapa, pelaku bisnis dapat merancang strategi digital yang lebih tepat sasaran, sementara pemerintah dan masyarakat dapat beradaptasi dengan pola ekonomi baru yang semakin inklusif dan kolaboratif. (AMR/YPA)


google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....