Kemendiktisaintek Dorong Kampus Tutup Prodi yang Tidak Relevan Industri

  • 26 Apr 2026 16:57 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mendorong perguruan tinggi untuk mengevaluasi program studi mereka. Langkah ini bertujuan untuk memastikan setiap jurusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Sekjen Kemendiktisaintek Badri Munir Sukoco menyebut kemungkinan penutupan program studi tertentu dalam waktu dekat. Kebijakan tegas ini diambil guna meningkatkan kesesuaian antara kualitas lulusan kampus dengan kebutuhan industri.

Tingginya jumlah lulusan setiap tahun diketahui telah mencapai angka 1,9 juta orang secara nasional. Sayangnya, ketersediaan peluang kerja saat ini dinilai tidak sebanding dengan ledakan jumlah lulusan tersebut.

Bidang pendidikan menjadi salah satu sektor yang meluluskan ratusan ribu calon guru setiap tahunnya. Namun, penyerapan tenaga kerja pada sektor ini masih menghadapi kendala karena keterbatasan formasi yang tersedia.

Pemerintah kini mengarahkan kampus untuk lebih fokus pada delapan sektor strategis pembangunan nasional. Sektor tersebut mencakup bidang energi, pangan, kesehatan, hingga akselerasi transformasi digitalisasi di Indonesia.

Pendekatan market driving harus mulai diterapkan agar lulusan lebih siap menghadapi kebutuhan masa depan. Optimalisasi bonus demografi sangat bergantung pada ketepatan kampus dalam menyusun kurikulum pendidikan mereka.

Perguruan tinggi diminta segera melakukan penyesuaian agar tidak mencetak pengangguran intelektual baru di daerah. Transformasi ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif di kancah global.

Evaluasi mendalam terhadap program studi yang sepi peminat dan minim serapan kerja segera dilakukan. Masa depan generasi muda sangat bergantung pada relevansi ilmu yang mereka pelajari di bangku perkuliahan. (MK/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....