Fadly Amran Tekankan Perubahan Kunci Kemajuan Publik

  • 23 Apr 2026 07:59 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Baso - Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I menggelar ceramah Manajemen Perubahan Sektor Publik dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I dan II Tahun 2026, Kamis (23/4/2026) di Aula Proklamasi BBPKA-PDN I.

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.45 hingga 15.00 WIB ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran klasikal tahap I yang dilaksanakan sejak 17 April hingga 5 Mei 2026. Ceramah menghadirkan Fadly Amran sebagai narasumber, dengan moderator Ratna Sriwina.

Peserta berasal dari berbagai instansi pusat dan daerah, di antaranya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Universitas Riau, serta sejumlah pemerintah kabupaten/kota seperti Deli Serdang, Dharmasraya, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, hingga Kota Bukittinggi, Padang, dan Pekanbaru.

Dalam pemaparannya, Fadly Amran menegaskan bahwa perubahan merupakan keniscayaan bagi setiap organisasi publik yang ingin maju. Menurutnya, tidak ada kemajuan tanpa adanya transformasi dalam cara kerja sehari-hari.

“Setiap pemimpin harus mampu menghadirkan perubahan nyata demi memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat dan kemajuan bangsa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga aspek utama yang harus diubah dalam sektor publik, yakni pola pikir (mindset) aparatur, kebijakan yang perlu dievaluasi dan diperbarui, serta sistem manajemen yang harus terus disempurnakan.

Lebih lanjut, Fadly menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif, terus belajar, serta memahami persoalan di lapangan secara langsung. Seorang pemimpin, kata dia, harus mampu mengidentifikasi akar masalah sebelum merumuskan solusi yang tepat.

Salah satu solusi strategis yang diangkat adalah digitalisasi pemerintahan. Menurutnya, digitalisasi menjadi instrumen penting dalam mendorong meritokrasi, sehingga jabatan diisi berdasarkan kompetensi, bukan kedekatan personal.

Dalam mencapai tujuan organisasi, ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara perencanaan dan aksi. Prinsip “50 persen planning, 50 persen action” menjadi kunci agar setiap program dapat dieksekusi secara optimal.

Fadly turut membagikan pengalaman kepemimpinannya di Kota Padang, termasuk keberhasilan penataan Pasar Raya yang kini lebih rapi dan bersih, serta capaian sebagai kota terbersih peringkat kedua di Indonesia. Ia menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari perencanaan matang, intervensi anggaran yang tepat, serta peningkatan kinerja aparatur.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa integritas merupakan fondasi utama kepemimpinan. Pemimpin yang jujur dan berpegang teguh pada prinsip akan mampu menghadirkan kebijakan yang adil dan transparan, serta menjauhkan diri dari praktik korupsi.

“Manfaatkan amanah dan fasilitas negara untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk memperkaya diri,” tegasnya.

Menutup ceramah, Fadly Amran mengajak seluruh peserta untuk memiliki komitmen kuat dalam mewujudkan perubahan. Menurutnya, perubahan tidak hanya membutuhkan strategi, tetapi juga ketulusan hati, dedikasi, dan kolaborasi seluruh aparatur.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta PKA mampu menjadi pemimpin perubahan yang adaptif dan berintegritas dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan sektor publik yang lebih baik.





Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....