Ceramah Sekda Sumbar: Kinerja ASN Harus Berbasis Budaya Unggul dan Dialog

  • 22 Apr 2026 07:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Baso - Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I (BBPKA-PDN I) menggelar ceramah bertema pengelolaan kinerja pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I dan II Tahun 2026, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.15 WIB di Aula Proklamasi BBPKA-PDN I ini menghadirkan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi,SKM.MKM sebagai narasumber, dengan moderator Ratna Sriwina.

Ceramah ini merupakan bagian dari rangkaian Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan I dan II Tahun 2026 Klasikal Tahap I yang berlangsung sejak 17 April hingga 5 Mei 2026.

Dalam pemaparannya, Arry Yuswandi membuka wawasan peserta dengan mengutip pemikiran Aristoteles yang menyatakan bahwa keunggulan bukanlah sebuah tindakan, melainkan kebiasaan yang dilakukan secara berulang. Ia menegaskan, pengelolaan kinerja ASN harus dimulai dari pembentukan budaya kerja yang unggul dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, ia menguraikan perjalanan panjang reformasi pengelolaan kinerja ASN di Indonesia, mulai dari sistem Daftar Pernyataan Kecakapan Pegawai hingga transformasi menuju sistem pengelolaan kinerja modern yang diatur dalam kebijakan terbaru pemerintah.

Menurutnya, perubahan ini menunjukkan pergeseran paradigma dari sekadar penilaian administratif menjadi pendekatan yang berorientasi pada pengembangan individu dan pencapaian kinerja organisasi.

“Pengelolaan kinerja bukan untuk menghukum, tetapi untuk mendorong pegawai berkembang dan memberikan kontribusi terbaiknya,” ujar Arry.

Ia menjelaskan, terdapat empat tahapan utama dalam pengelolaan kinerja ASN, yaitu perencanaan kinerja, pelaksanaan dan pemantauan, penilaian kinerja, serta tindak lanjut hasil evaluasi. Keempat tahapan ini harus dijalankan secara konsisten agar menghasilkan kinerja yang optimal.

Selain itu, Arry juga menekankan pentingnya penyelarasan antara kinerja individu dan organisasi atau yang dikenal dengan cascading. Melalui pendekatan ini, setiap ASN diharapkan memiliki kontribusi yang jelas terhadap pencapaian visi dan misi instansi.

Peserta ceramah berasal dari berbagai instansi dan daerah, di antaranya Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Universitas Riau, serta sejumlah pemerintah daerah seperti Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, hingga Kota Bukittinggi, Padang, dan Pekanbaru.

Menutup ceramah, Arry Yuswandi mengingatkan nilai-nilai pengabdian ASN dengan mengutip firman Allah SWT dalam QS An-Najm ayat 39 bahwa setiap manusia akan memperoleh hasil dari apa yang diusahakannya.

Ia pun menyampaikan tiga pesan utama kepada peserta, yakni ASN bukan sekadar profesi melainkan bentuk pengabdian, kinerja bukan hanya target tetapi tanggung jawab, serta kepemimpinan bukan sekadar jabatan melainkan amanah yang harus dijaga.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kepemimpinan para administrator dalam mengelola kinerja ASN secara profesional, adaptif, dan berorientasi pada hasil.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....