Latsar CPNS 2026 Dibuka di BBPKA-PDN I, Cetak ASN Unggul Hadapi Indonesia Emas
- 20 Apr 2026 15:59 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Baso - Balai Besar Pengembangan Kompetensi Aparatur Pemerintahan Dalam Negeri I (BBPKA-PDN I) resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang I Angkatan 1, 2, 3, dan 4 Golongan III Tahun 2026, Senin (20/4), di Aula Nusantara BBPKA-PDN I.

Kegiatan ini menjadi tahapan klasikal yang berlangsung 20 hingga 25 April 2026, setelah sebelumnya peserta mengikuti pembelajaran mandiri, distance learning, dan habituasi sejak 25 Januari 2026.
Sebanyak 160 peserta yang berasal dari Kabupaten Seluma mengikuti pelatihan ini dan dibagi dalam empat angkatan. Pembukaan juga dihadiri peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I dan II Tahun 2026.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri, Sugeng Hariyono, yang memberikan sambutan sekaligus ceramah strategis terkait peran aparatur sipil negara dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Turut hadir Kepala BBPKA-PDN I, Sarjayadi, serta perwakilan instansi asal peserta dari BKPSDM Kabupaten Seluma.
Dalam arahannya, Sugeng Hariyono menegaskan Indonesia kini memasuki babak baru pembangunan nasional, ditandai dengan untuk pertama kalinya hadir dokumen perencanaan pembangunan yang selaras antara pusat dan daerah, baik jangka panjang maupun menengah.
Hal itu, menurutnya, tercermin melalui Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 dan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, yang menjadi fondasi menuju visi Indonesia Emas 2045.
Dalam paparannya, Sugeng mengungkapkan target besar pembangunan nasional, di antaranya peningkatan pendapatan per kapita Indonesia dari 5.500 dolar AS pada 2025 menjadi 30.300 dolar AS pada 2045. Sementara angka kemiskinan ditargetkan ditekan hingga 0,5–0,8 persen, dengan pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam RPJMN 2025–2029.

Namun demikian, ia juga mengingatkan berbagai tantangan yang masih dihadapi, mulai dari lemahnya kapasitas fiskal sebagian besar pemerintah daerah, Indeks Pembangunan Manusia yang masih di bawah Vietnam, persoalan stunting, hingga angka pengangguran nasional.
Karena itu, para CPNS diminta memahami dan menjalankan tiga fungsi utama ASN, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Menurutnya, tiga fungsi itu hanya dapat berjalan optimal jika ASN terus mengembangkan empat kompetensi utama, yakni kompetensi teknis, manajerial, sosial kultural, dan kompetensi pemerintahan.
Sugeng juga menekankan pentingnya membangun mentalitas ASN berprestasi melalui penerapan merit system, di mana jenjang karier tidak lagi bertumpu pada senioritas, melainkan kompetensi dan kinerja nyata.
Ia mendorong peserta Latsar untuk menjadi “bintang organisasi”, yakni aparatur yang memiliki potensi tinggi, integritas kuat, dan kinerja unggul.

“Negara membutuhkan orang-orang terbaik untuk memberikan kontribusi terbaik. Manfaatkan setiap waktu untuk mengembangkan kompetensi dan terus belajar tanpa mengenal batas,” tegasnya.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari BPSDM Kemendagri, BBPKA-PDN I, Pemerintah Kabupaten Seluma, serta praktisi dan pakar pemerintahan.
Melalui Latsar ini, pemerintah berharap lahir ASN muda yang profesional, adaptif, dan mampu menjadi motor penggerak transformasi birokrasi serta mendukung percepatan pencapaian target pembangunan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....