Prof. Dr. ike Revita,SS.M.Hum.CRP; Kampus Kunci Pemajuan Budaya Minangkabau Sumbar

  • 14 Apr 2026 07:31 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Forum Perangkat Daerah bertajuk “Merawat Tradisi, Menjaga Jati Diri” yang berlangsung di Istana Bung Hatta, Bukittinggi 13 hingg 14 April 2026 di Istana Bung Hatta Bukittinggi

Forum ini menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah pemajuan kebudayaan daerah, khususnya di Ranah Minang.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas, Prof. Dr. Ike Revita, S.S.M.Hum.CRP didampingi Manajer FIB menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, kontribusi akademisi sangat diperlukan untuk memperkuat pemahaman serta arah kebijakan kebudayaan yang lebih komprehensif.

Ia menilai pelaksanaan kegiatan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Kebudayaan sudah berjalan baik secara esensial.

Namun demikian, masih diperlukan penguatan dalam penyampaian informasi dan pemahaman yang utuh mengenai konsep pemajuan kebudayaan.

Lebih lanjut, Ike Revita yang merupakan Guru Besar Pragmatik pernah sebagai Jurnalis berasal dari Batipuah Kab Tanah Datar tersebut menekankan bahwa pemajuan kebudayaan tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga harus diarahkan secara khusus kepada generasi muda Minangkabau. Penanaman nilai-nilai kearifan lokal dinilai menjadi langkah penting dalam menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.

Ia juga menyoroti persoalan anggaran yang kerap menjadi kendala dalam pelaksanaan program kebudayaan. Meski demikian, menurutnya keterbatasan anggaran bukanlah hambatan utama jika terdapat kemauan (willingness) serta sinergi antar berbagai pihak.

“Solusi bisa dilakukan melalui pelibatan perguruan tinggi untuk membantu mengoptimalkan program tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran. Kuncinya ada pada kolaborasi dan komitmen bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, Syaiful Bahri, menyampaikan bahwa forum ini merupakan bagian dari proses perencanaan program kebudayaan tahun 2027.

Ke depan, berbagai program akan difokuskan pada akselerasi, kolaborasi, dan harmonisasi antar pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menyusun perencanaan yang lebih terarah dan terintegrasi. Nantinya akan dilakukan percepatan melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Forum ini juga diisi dengan diskusi interaktif yang menghadirkan berbagai narasumber, termasuk perwakilan dari Kabupaten Dharmasraya. Diskusi tersebut membahas berbagai tantangan dan peluang dalam pemajuan kebudayaan daerah, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga jati diri budaya Minangkabau.

Dengan adanya forum ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dapat semakin kuat dalam merawat tradisi serta memperkokoh identitas budaya di Sumatera Barat. (JM/RRI BKT)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....