Teleportasi Kuantum Membuka Era Baru Teknologi Masa Depan

  • 28 Mar 2026 08:33 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi, - Teleportasi selama ini identik dengan dunia fiksi ilmiah, terutama sejak kemunculannya dalam Star Trek puluhan tahun lalu. Dilansir dari National Geographic Konsep “memindahkan” manusia secara instan dari satu tempat ke tempat lain terasa futuristik dan mustahil. Namun, perkembangan sains modern menunjukkan bahwa sebagian konsep tersebut ternyata memiliki dasar nyata, meski dalam bentuk yang berbeda.

Di dunia nyata, teleportasi tidak memindahkan tubuh manusia, melainkan informasi kuantum dari partikel. Fenomena ini dikenal sebagai teleportasi kuantum, yang telah diuji secara eksperimen sejak akhir 1990-an. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa proses ini bisa dilakukan hingga jarak yang sangat jauh, termasuk ke luar angkasa.

Teleportasi kuantum bekerja dengan memanfaatkan fenomena entanglement, yaitu keterhubungan dua partikel meskipun terpisah jarak. Dalam kondisi ini, perubahan pada satu partikel akan langsung memengaruhi pasangannya. “Secara fundamental, alam semesta bersifat kuantum… Anda adalah informasi kuantum,” ujar Jason Orcutt.

Berbeda dengan komputer klasik yang menggunakan bit, sistem kuantum memakai qubit. Qubit dapat berada dalam kombinasi 0 dan 1 sekaligus berkat fenomena superposisi. Hal ini membuat komputer kuantum berpotensi menyelesaikan masalah yang terlalu kompleks bagi komputer konvensional.

Teleportasi kuantum juga menjadi solusi penting dalam memindahkan informasi tanpa merusaknya. Dalam dunia kuantum, proses pengukuran justru dapat mengubah kondisi partikel itu sendiri. “Ketika Anda mengukur suatu keadaan kuantum, Anda mengubahnya.,” jelas Simone Portalupi.

Proses teleportasi ini melibatkan pengukuran khusus serta pengiriman informasi klasik sebagai panduan. Informasi dari partikel awal akan dihancurkan, lalu dibangun kembali pada partikel lain yang terhubung. Daniel Oblak mengibaratkannya seperti membuka kotak agar isinya berada pada posisi yang tepat.

Meski terdengar seperti langkah menuju teleportasi manusia, kenyataannya hal itu masih sangat jauh dari mungkin. Diperlukan transfer informasi dari setiap atom dalam tubuh manusia, yang jumlahnya sangat besar. “Sulit dibayangkan bahwa hal itu akan pernah menjadi mungkin,” kata Tim Strobel, menegaskan bahwa teleportasi manusia masih sebatas spekulasi. (DKA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....