Menjaga Kelestarian Lahan Gambut Tropis Terbesar Indonesia

  • 21 Feb 2026 12:33 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi – Indonesia merupakan wilayah dengan kepemilikan lahan gambut tropis terbesar di dunia yang berfungsi sebagai penyangga ekosistem global. Lahan basah ini terbentuk dari penumpukan material organik seperti sisa pohon dan lumut yang telah membusuk sebagian.

Melansir kanal Youtube resmi BRIN Indonesia, hutan rawa gambut merupakan tempat penyimpanan karbon terbesar yang melampaui kemampuan hutan tropis lainnya. Satu hektar lahan ini mampu menyimpan karbon hingga lima kali lebih banyak dibandingkan dengan hutan di daratan mineral.

Ekosistem ini memiliki kemampuan unik untuk menyerap dan menyimpan cadangan air dalam jumlah yang sangat besar. Saat musim kemarau tiba, gambut akan mengeluarkan air secara perlahan untuk menjaga ketersediaan air bagi lingkungan di sekitarnya.

Fungsi tersebut menjadikan hutan rawa gambut sangat berperan penting dalam menjaga kestabilan debit sungai dan mengurangi risiko banjir. Selain itu, kawasan ini menjadi habitat alami bagi berbagai spesies flora dan fauna langka yang perlu dilindungi.

Sayangnya, sebagian besar lahan gambut di tanah air kini mengalami degradasi akibat praktik pengelolaan lahan yang tidak tepat. Drainase berlebihan, penebangan liar, serta konversi lahan secara masif menyebabkan gambut menjadi kering dan sangat mudah terbakar.

Kondisi gambut yang rusak memicu peningkatan emisi karbon ke atmosfer dan mengancam kelestarian keanekaragaman hayati. Berbagai upaya perlindungan kini terus dilakukan mulai dari tingkat global hingga nasional guna merestorasi kembali lahan tersebut.

Salah satu solusi yang diterapkan adalah model vegetasi adaptif melalui pendekatan paludikultur dan sistem agroforestri. Paludikultur merupakan teknik budidaya di lahan basah yang tetap mempertahankan ketinggian muka air tanah agar gambut tidak kering.

Sementara itu, konsep agroforestri menggabungkan penanaman pohon dengan tanaman pertanian untuk pemanfaatan ruang tumbuh yang lebih efisien. Model ini bertujuan memperbaiki kualitas ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar hutan.

Restorasi hutan rawa gambut bukan hanya soal pemulihan lingkungan, melainkan upaya memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi semua. Dengan menjaga kelestarian gambut, masyarakat turut berkontribusi dalam memelihara keseimbangan kehidupan dan iklim dunia. (DR/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....