PPKLH UNP-Renol Energy Serahkan 1 TonSolar untuk BencanaAgam

  • 10 Feb 2026 10:08 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Padang - Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PPKLH) Universitas Negeri Padang (UNP) di Padang bersama mitra industri Renol Energy dan PT Prawira Group berhasil mengolah sampah plastik menjadi 1 ton bahan bakar solar melalui teknologi pirolisis. 

Hasil pengolahan tersebut diserahkan Senin, 9 Februari 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Agam sebagai bahan bakar untuk mendukung penanganan bencana alam.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si yang mewakili Rektor UNP sekaligus Wakil Direktur Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) Sekolah Pascasarjana UNP.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. M. Lutfi, yang mewakili Bupati Agam.

Program pengolahan sampah plastik menjadi solar ini dinilai memiliki berbagai manfaat strategis, antara lain mengurangi volume sampah plastik, mengonversi limbah menjadi energi terbarukan, mendukung pengembangan UMKM berbasis ekonomi sirkular, menjaga keindahan kota, serta menekan ancaman pencemaran mikroplastik terhadap lingkungan.

Acara penyerahan bantuan turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam Jafrizal, S.P., M.Si, Ketua PPKLH UNP Prof. Eri Barlian, perwakilan Renol Energy Dr. Ir. Mulya Gusman, MT, Direktur Operasional PT Prawira Group Dimas Andrianto, serta dosen, mahasiswa S2 dan S3 Sekolah Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNP, dan sejumlah undangan lainnya.

Kepada Humas UNP, Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor ini merupakan langkah konkret dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, program pengolahan sampah plastik menjadi energi ini diharapkan dapat menjadi model penanganan lingkungan berkelanjutan, khususnya di wilayah rawan bencana, sekaligus memperkuat upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat seperti di Kabupaten Agam,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Agam Dr. M. Lutfi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Agam untuk terus bersinergi dengan perguruan tinggi, khususnya UNP, dalam penanganan dampak bencana ekologis.

“Pemerintah Kabupaten Agam selalu bersinergi dengan perguruan tinggi, khususnya UNP, dalam mendukung program pemulihan lingkungan pasca bencana. PPKLH UNP merupakan salah satu mitra strategis yang sejak lama terlibat aktif melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sampah plastik berbasis teknologi dan kolaborasi multipihak, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak bencana.(Er/Humas UNP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....