Sejarah Panjang Big Data Kesehatan Sejak Wabah Pes

  • 27 Jan 2026 23:21 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Banyak orang mengira bahwa penggunaan data besar (Big Data) dalam dunia kesehatan adalah fenomena baru di era digital. Namun, sejarah mencatat bahwa fondasi penggunaan data untuk memetakan wabah penyakit telah dimulai sejak berabad-abad silam di Inggris melalui analisis statistik sederhana.

Dalam sesi diskusi di Podcast Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Peneliti Ahli BRIN Dr. Purnomo Husnul Khotimah menceritakan bahwa praktik ini pertama kali dipelopori oleh ahli statistik John Graunt. Saat itu, Graunt melakukan analisis terhadap data wabah pes yang melanda Inggris untuk melihat pola kematian penduduk secara sistematis.

"Sebenarnya big data di bidang kesehatan sendiri sudah pertama kali dilakukan itu oleh Mr. John Graunt, seorang ahli statistik dari Inggris, di mana dia melakukan analisis statistika terhadap data wabah pes yang terjadi waktu itu," ujar Purnomo dalam podcast tersebut.

Meskipun istilah "Big Data" baru diperkenalkan secara luas pada awal tahun 2000-an, prinsip pengumpulan angka-angka kematian dan variasinya telah membantu ilmuwan memahami penyebaran penyakit sejak lama. Hal ini membuktikan bahwa dokumentasi data adalah kunci utama manusia dalam bertahan hidup dari serangan pandemi.

Di era modern, prinsip sejarah ini diterjemahkan ke dalam algoritma yang jauh lebih kompleks. Purnomo menegaskan bahwa jika dulu para ahli statistik menggunakan catatan manual yang terbatas, kini para peneliti di BRIN menggunakan teknologi mutakhir untuk memproses data global dalam hitungan detik guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (DR/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....