Fenomena Supermoon, "Mengapa Bulan Terlihat Lebih Besar"

  • 07 Okt 2025 21:32 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Fenomena Supermoon, atau Superbulan, adalah peristiwa astronomi yang menarik perhatian publik karena membuat Bulan tampak lebih besar dan lebih terang dari biasanya. Istilah ini merujuk pada kondisi di mana Bulan Purnama bertepatan dengan posisi terdekatnya dengan Bumi dalam orbit, yang dikenal sebagai perigee.

Bulan mengelilingi Bumi dalam lintasan berbentuk elips, bukan lingkaran sempurna. Akibatnya, ada titik terdekat (perigee) dan titik terjauh (apogee). Ketika fase bulan penuh atau purnama terjadi saat Bulan berada di perigee, fenomena Supermoon pun muncul.

Secara visual, saat Supermoon terjadi, Bulan dapat terlihat sekitar 14 persen lebih besar dan hingga 30 persen lebih terang dibandingkan dengan Bulan Purnama biasa yang berada di posisi terjauhnya. Perbedaan ini menjadikannya pemandangan yang spektakuler bagi para pengamat langit.

Meskipun terlihat dramatis, Supermoon tidak menyebabkan dampak yang mengkhawatirkan atau bencana alam besar di Bumi. Namun, peningkatan kedekatan ini memang meningkatkan gaya gravitasi Bulan.

Dampak ilmiah utama dari fenomena Supermoon adalah pada air laut. Tarikan gravitasi yang lebih kuat dapat menyebabkan pasang naik dan pasang surut air laut menjadi lebih ekstrem. Peningkatan pasang surut ini terkadang berpotensi memicu banjir rob di wilayah pesisir yang rendah.

Fenomena Supermoon bukanlah kejadian langka, melainkan terjadi beberapa kali dalam setahun. Contohnya, setelah Supermoon yang terjadi pada 7 Oktober 2025, fenomena ini diperkirakan akan kembali menghiasi langit Indonesia pada 5 November dan 4 Desember 2025 mendatang. (SD/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....