Modus Penipuan Smishing Makin Marak, Waspada Jangan Tertipu!

  • 11 Des 2024 09:21 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi : Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penipuan berbasis pesan singkat (SMS) atau yang lebih dikenal dengan istilah smishing semakin meningkat di Indonesia. Smishing merupakan salah satu jenis serangan siber di mana pelaku mencoba mencuri data pribadi korban dengan menggunakan pesan yang terlihat seperti berasal dari sumber tepercaya, seperti bank, lembaga pemerintah, atau perusahaan besar lainnya. Melalui pesan SMS, penyerang berusaha mengelabui korban agar mengklik tautan berbahaya atau memberikan informasi sensitif seperti nomor rekening, PIN, atau kata sandi.

Menurut data dari Cyber Crime Unit Polri, dalam tahun 2023, kasus smishing di Indonesia meningkat hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Penipuan melalui SMS atau aplikasi perpesanan seperti WhatsApp juga mulai merambah ke berbagai sektor, termasuk e-commerce dan fintech.

Melihat hal ini, pihak berwenang semakin gencar mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dalam berinteraksi dengan pesan digital yang mencurigakan.

Dari sudut pandang para ahli keamanan siber, mengingatkan bahwa masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam menerima pesan SMS yang berisi permintaan untuk mengklik tautan atau mengungkapkan informasi pribadi.

Beberapa solusi praktis untuk menghindari serangan smishing antara lain:

1.Jangan Mengklik Tautan dari SMS yang Mencurigakan
Selalu pastikan untuk tidak mengklik tautan yang tertera dalam pesan SMS yang tidak dikenal atau mencurigakan. Jika pesannya berisi tautan, sebaiknya ketikkan alamat situs secara manual di browser untuk memastikan keaslian situs tersebut.

2.Gunakan Verifikasi Dua Faktor (2FA)
Menambahkan lapisan keamanan ekstra pada akun-akun penting seperti bank dan media sosial dengan mengaktifkan verifikasi dua faktor (2FA). Ini akan membuat akun Anda lebih aman meskipun informasi login jatuh ke tangan yang salah.

3.Jaga Kerahasiaan Informasi Pribadi
Hindari membagikan informasi pribadi atau finansial, seperti PIN atau nomor rekening, kepada siapapun melalui SMS atau aplikasi perpesanan.

4.Pendidikan dan Kewaspadaan
Selalu edukasi diri dan orang sekitar tentang potensi bahaya smishing. Mengetahui tanda-tanda penipuan dapat membantu Anda menghindari menjadi korban.

5.Gunakan Aplikasi Keamanan
Menggunakan aplikasi keamanan seperti antivirus dan aplikasi pemindai phishing dapat membantu mendeteksi dan mencegah ancaman yang tidak terlihat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....