Dubes Palestina Terharu di Mesjid Jami' Aur Kuning, Serasa Pulang ke Gaza

  • 03 Okt 2026 09:30 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi — Suasana haru menyelimuti Masjid Jami’ Aur Kuning, Kota Bukittinggi, ketika Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, hadir di tengah jamaah, Sabtu (3/10/2026) pagi

Kehadiran diplomat Palestina tersebut bukan sekadar kunjungan biasa.

Di hadapan jamaah dan tokoh masyarakat, suasana berubah menjadi momentum emosional yang mempertemukan masyarakat Bukittinggi dengan sosok yang datang membawa cerita tentang tanah kelahirannya, Palestina.

H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari disambut hangat oleh masyarakat dan jajaran pemerintah daerah. Hadir pula Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis,ST Sutan Saidi, Ketua DPRD Kota Bukittinggi DR. H. Syaiful Efendi,Lc.MA, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi DR. H. Irwan,MA, Danramil 13/Bukittinggi serta sejumlah tokoh dan jamaah Masjid Jami’ Aur Kuning.

Tatapan mata jamaah seolah mengikuti setiap langkah Duta Besar Palestina ketika memasuki lingkungan masjid. Sambutan hangat yang diberikan masyarakat menjadi pesan kuat bahwa Palestina tidak jauh dari hati masyarakat Bukittinggi.

"Mesjid Jami' Aur Kuning Bukittinggi Mengingatkan Sang Dubes pada Gaza,"ujarnya

Di tengah suasana penuh keakraban tersebut, Duta Besar Palestina mengungkapkan kesan mendalamnya berada di Dalam Masjid Jami’ Aur Kuning Bukittinggi

Nuansa masjid, keramahan masyarakat, serta sambutan jamaah membuatnya seolah merasakan suasana kampung halaman sendiri.

Bagi seorang diplomat yang berasal dari Palestina, perasaan tersebut tentu memiliki makna yang sangat dalam.

Aur Kuning dengan kehidupan masyarakatnya yang religius, suara jamaah yang berkumpul di masjid, serta sambutan penuh persaudaraan menghadirkan suasana yang mengingatkan sang Duta Besar pada Gaza, tanah kelahirannya.

Seolah untuk sesaat, jarak ribuan kilometer antara Bukittinggi dan Gaza terasa menghilang.

Namun di balik kehangatan itu, tersimpan luka dan kenangan panjang tentang kondisi Palestina.

Ketika melihat keramahan dan kedamaian yang dirasakan di Masjid Jami’ Aur Kuning, Duta Besar Palestina seakan kembali mengingat kondisi masyarakat di Gaza yang hingga kini menghadapi berbagai persoalan akibat konflik.

Apa yang dirasakan masyarakat Bukittinggi di masjid tersebut, menurut gambaran yang disampaikan, seolah belum sebanding dengan apa yang sesungguhnya dirasakan masyarakat Palestina di tanah kelahirannya.

Dari Bukittinggi, Pesan Persaudaraan untuk Palestina

Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan kuatnya ikatan persaudaraan antara masyarakat Indonesia dan Palestina.

Bagi jamaah Masjid Jami’ Aur Kuning, kehadiran Duta Besar Palestina menjadi kesempatan berharga untuk menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan di Palestina tetap mendapat perhatian.

Tidak sedikit jamaah yang tampak antusias menyambut kedatangan sang diplomat. Kehangatan masyarakat menjadi bentuk dukungan moral yang diberikan kepada rakyat Palestina.

Di tengah suasana tersebut, pertemuan antara masyarakat Bukittinggi dan Duta Besar Palestina terasa lebih dari sekadar agenda kunjungan.

Ada pesan kemanusiaan yang mengalir melalui silaturahmi.

Ada kerinduan seorang putra Palestina terhadap tanah kelahirannya.

Dan ada rasa persaudaraan masyarakat Bukittinggi yang ingin menyampaikan bahwa penderitaan masyarakat Palestina tidak dilupakan.

Ketika Masjid Menjadi Jembatan Hati

Masjid Jami’ Aur Kuning hari itu seolah menjadi jembatan yang menghubungkan Bukittinggi dengan Palestina.

Dua tempat yang secara geografis berjarak ribuan kilometer, tetapi dipertemukan melalui nilai keagamaan, kemanusiaan dan persaudaraan.

Kehadiran Duta Besar Palestina di tengah jamaah juga menjadi momen yang sarat makna. Ia datang bukan hanya sebagai perwakilan diplomatik Palestina di Indonesia, tetapi juga sebagai sosok yang membawa cerita tentang kehidupan rakyat Palestina.

Cerita tentang tanah kelahiran.

Cerita tentang keluarga.

Cerita tentang Gaza.

Dan cerita tentang harapan agar masyarakat Palestina suatu hari dapat kembali menikmati kehidupan yang aman dan damai di tanah mereka sendiri.

Sementara itu, masyarakat Bukittinggi menunjukkan sambutan yang hangat. Para pejabat daerah dan tokoh masyarakat yang hadir turut memberikan penghormatan kepada Duta Besar Palestina.

Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Kakankemenag Bukittinggi Irwan dan Danramil 13/Bukittinggi menjadi bagian dari penyambutan tersebut.

Haru yang Melampaui Jarak

Momen di Masjid Jami’ Aur Kuning tersebut meninggalkan kesan tersendiri.

Bagi masyarakat Bukittinggi, kehadiran Duta Besar Palestina merupakan kesempatan untuk menyampaikan rasa persaudaraan secara langsung.

Sementara bagi sang Duta Besar, sambutan masyarakat di masjid itu menghadirkan suasana yang mengingatkan pada kampung halaman.

Gaza mungkin berada jauh di Palestina.

Namun di Masjid Jami’ Aur Kuning, suasana persaudaraan itu terasa dekat.

Di antara lantunan doa, senyum jamaah dan sambutan masyarakat, terselip harapan agar kedamaian suatu hari dapat benar-benar hadir di Palestina.

Kunjungan tersebut akhirnya bukan hanya meninggalkan foto dan dokumentasi, tetapi juga sebuah kesan emosional: bahwa di tengah ribuan kilometer jarak yang memisahkan Bukittinggi dan Palestina, masih ada hati yang merasa dekat, masih ada persaudaraan yang terjaga, dan masih ada doa yang dipanjatkan untuk keselamatan rakyat Palestina. (JM/RRI BKT)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....