Harimau Singgalang Kembali Menggebrak Panggung Silat Eropa
- 21 Sep 2026 20:52 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Harimau Singgalang Kembali Menjejakan Cakarnya di Eropa dalam 1st International Pencak Silat Cultural Heritage Festival di Belanda
Minangkabau Art, khususnya seni bela diri Pencak Silat dari Ranah Minang, terus menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Kali ini,

"Harimau Singgalang" yang berasal dari Kota Bukittinggi, akan kembali menorehkan jejaknya di tanah Eropa dalam sebuah event budaya dan olahraga yang bergengsi, yaitu 1st International Pencak Silat Cultural Heritage Festival yang akan diselenggarakan di Amersfoort, Belanda, pada tanggal 10 hingga 11 Oktober 2026.
Kebanggaan dan Semangat Melestarikan Warisan Leluhur


Ajang ini menjadi momen bersejarah karena menjadi wadah bagi seni bela diri tradisional Minangkabau, khususnya pencak silat, untuk dikenal dan diapresiasi di dunia internasional.
"Harimau Singgalang," sebagai simbol kekuatan dan keberanian dari budaya Minang, akan kembali menunjukkan cakar dan keindahan tekniknya di panggung internasional.

Keikutsertaan ini didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiaraya, sebagai bagian dari upaya mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke mata dunia.
Perjalanan Prestisius dan Dukungan Penuh
Keberangkatan tim "Harimau Singgalang" ke Belanda adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi antar berbagai pihak.
Dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Indonesia serta partisipasi aktif dari National Pencak Silat Support Foundation (NPSF) menegaskan komitmen Indonesia dalam melestarikan dan memperjuangkan warisan budaya bangsa.
Selain itu, acara ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan budaya Indonesia-Eropa sekaligus memperkenalkan kekayaan seni bela diri Minang kepada generasi muda internasional.
Agenda dan Materi Workshop yang Menginspirasi
Dalam event ini, para peserta dan pengunjung akan diajak untuk menyelami inti dari teknik-teknik silat Minang yang khas, seperti Bayang Buato Putiah, Pola Langkah Bayang, Jurus Tongkat / Sonta, serta 10 Kunci Aliran Buaya Putiah. Workshop yang akan dipimpin langsung oleh Guru Tuo H. Syofyan Nadar, Guru Mudo Deni Dahniel, Abral Wahyudi, dan Handan Tawil ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan mendalam dan pengalaman nyata tentang kekayaan teknik silat yang diwariskan secara turun-temurun.
Selain itu, akan diadakan seminar edukatif yang membahas aspek historis, filosofi, dan makna budaya dari Silat Harimau Singgalang, sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya kepada peserta internasional.
Mengukir Nama dan Melestarikan Budaya Minang di Bumi Eropa
Partisipasi "Harimau Singgalang" di event ini bukan sekadar kompetisi atau pertunjukan seni belaka, melainkan juga sebagai bentuk pengabdian dan komitmen untuk memajukan silek ranah Minang di kancah internasional.
Melalui kehadiran ini, diharapkan pencak silat Minang dapat dikenal luas, dihormati, dan terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa Indonesia.
Ucapan Terima Kasih dan Apresiasi
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan memfasilitasi keikutsertaan "Harimau Singgalang" dalam event ini, termasuk @npsf.nl, @kemenkebud, @dana.indonesiaraya, @ipsi.sumbar, @joenedagung, serta seluruh masyarakat dan pecinta seni budaya Minang di tanah air dan luar negeri.
Harapan dan Semangat Menjadi Duta Budaya
Melalui keikutsertaan ini, kami berharap dapat menjadi duta budaya yang mampu mempromosikan keindahan dan kekayaan silek ranah Minang ke dunia internasional.
Semangat kami untuk mengharumkan nama bangsa dan melestarikan warisan leluhur tidak pernah surut.
Mari kita dukung dan doakan bersama agar perjalanan ini berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi generasi penerus bangsa.
Mari Bersama Melestarikan Seni Bela Diri Minang, Menjadi Inspirasi Dunia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....