Dari Panorama Lubang Japang, Bukittinggi–Negeri Sembilan Rajut Benang Sejarah

  • 12 Sep 2026 11:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID,Bukittinggi - Suasana penuh keakraban dan sarat makna budaya mewarnai Taman Panorama Lubang Japang, Bukittinggi, Sabtu (12/9/2026).

WaliKota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias,SH Datuak Nan Basa didamping SekdavRismal Had,i,S.STP.M.Si dan OPD serta bersama rombongan menerima kunjungan dan bersilaturahmi dengan rombongan intelektual dari Negeri Sembilan, Malaysia.

Pertemuan tersebut bukan sekadar agenda ramah-tamah. Di balik perjumpaan dua rumpun masyarakat serumpun itu, tersimpan pesan penting tentang sejarah, adat, pendidikan, kebudayaan, serta masa depan hubungan masyarakat Minangkabau dengan Negeri Sembilan.

Memilih Taman Panorama Lubang Japang sebagai lokasi pertemuan juga memberikan nuansa tersendiri.

Dari kawasan yang menghadap panorama Ngarai Sianok tersebut, para peserta dapat melihat salah satu wajah Bukittinggi sebagai kota yang tidak hanya kaya keindahan alam, tetapi juga memiliki lapisan sejarah panjang.

Silaturahmi yang Menembus Batas Negara

Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias menyambut hangat kehadiran para intelektual Negeri Sembilan. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat hubungan emosional dan intelektual antara masyarakat Bukittinggi dengan masyarakat Negeri Sembilan.

Hubungan itu memiliki akar sejarah yang panjang. Negeri Sembilan dikenal memiliki keterkaitan kuat dengan masyarakat Minangkabau melalui sejarah migrasi dan perkembangan adat.

Jejak tersebut antara lain tercermin dalam tradisi Adat Perpatih, yang hingga kini menjadi salah satu identitas penting masyarakat Negeri Sembilan.

Karena itu, silaturahmi semacam ini memiliki nilai strategis: bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi menjadikannya modal sosial untuk membangun kerja sama masa depan.

Lubang Japang: Belajar Sejarah dari Ruang Nyata

Pertemuan di kawasan Panorama Lubang Japang sekaligus dapat menjadi momentum edukasi sejarah bagi generasi muda.

Lubang Japang merupakan jaringan terowongan pertahanan yang dibangun pada masa pendudukan Jepang. Keberadaannya menjadi pengingat bahwa Bukittinggi memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah Indonesia pada masa Perang Dunia II.

Namun, sejarah tidak cukup hanya disimpan dalam buku.

Sejarah harus dihidupkan melalui kunjungan, dialog, penelitian, dan pertukaran pengetahuan.

Di sinilah peran pertemuan antara intelektual kedua negara menjadi penting. Sejarah hubungan Minangkabau dan Negeri Sembilan dapat terus dikaji secara akademis sehingga generasi muda memahami bahwa hubungan kedua wilayah tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan terbentuk melalui perjalanan manusia, budaya, adat, bahasa, dan peradaban selama berabad-abad.

Dari Adat ke Pendidikan dan Kebudayaan

Pertemuan tersebut juga membuka ruang yang lebih luas untuk melihat potensi kerja sama lintas negara.

Hubungan Bukittinggi dengan Negeri Sembilan dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, mulai dari:

  • pertukaran budaya dan kesenian;

  • penelitian sejarah dan adat;

  • kerja sama perguruan tinggi;

  • pertukaran pelajar dan generasi muda;

  • pengembangan wisata sejarah dan budaya;

  • dokumentasi manuskrip serta warisan budaya;

  • forum intelektual Minangkabau–Negeri Sembilan.

Langkah tersebut penting agar hubungan serumpun tidak berhenti pada seremoni.

Silaturahmi harus melahirkan pengetahuan. Pengetahuan harus melahirkan kerja sama. Dan kerja sama harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Merawat Identitas, Menatap Masa Depan

Bagi Bukittinggi, hubungan dengan Negeri Sembilan merupakan bagian dari kekayaan diplomasi budaya masyarakat.

Keduanya memiliki banyak titik temu dalam adat dan budaya, tetapi tetap memiliki karakter dan perkembangan sejarah masing-masing. Karena itu, semangat persaudaraan harus dibangun tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

Pertemuan di Panorama Lubang Japang menjadi simbol bahwa warisan masa lalu dapat menjadi jembatan menuju masa depan.

Dari lembah Ngarai Sianok, pesan itu terasa semakin kuat:

Bangsa yang besar bukan bangsa yang melupakan sejarah, melainkan bangsa yang mampu mengubah sejarah menjadi energi untuk membangun masa depan.

Silaturahmi Wali Kota Bukittinggi H.M. Ramlan Nurmatias, SH, Datuak Nan Basa bersama para intelektual Negeri Sembilan pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan.

Ia adalah ikhtiar merawat benang merah persaudaraan Minangkabau–Negeri Sembilan, sekaligus membuka ruang baru bagi pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan pertukaran gagasan di antara masyarakat serumpun.

Dari Bukittinggi untuk Negeri Sembilan. Dari sejarah menuju masa depan. Dari silaturahmi menuju kolaborasi

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....