Gubernur Sumbar Dukung Santri MTI Kapau Mualaf Mentawai Kuliah ke Al-Azhar
- 18 Agt 2026 08:51 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,,Bukittinggi - Suasana kekeluargaan menyelimuti pertemuan jajaran pengurus Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Kapau dengan Gubernur Sumatera Barat di Mushalla Kompleks Istana Gubernur Sumbar, Kota Padang, Selasa (18/8/2026).
Pertemuan tersebut membahas evaluasi sekaligus keberlanjutan program beasiswa pendidikan bagi santri mualaf asal Kepulauan Mentawai yang menempuh pendidikan di MTI Kapau, Kabupaten Agam.

Program yang telah berjalan sejak 2023 itu merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
| Baca juga: Ini Tanggung Jawab Siapa |

Melalui program tersebut, anak-anak mualaf asal Mentawai yang memilih menempuh pendidikan di MTI Kapau mendapatkan fasilitas sekolah gratis. Program ini didukung dan difasilitasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumatera Barat, mulai dari biaya pendidikan, asrama hingga kebutuhan hidup santri.
Dalam pertemuan itu, Gubernur Sumatera Barat kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan program beasiswa tersebut terus berlanjut.
Ia berharap program pendidikan tersebut tidak hanya memberikan kesempatan kepada anak-anak Mentawai untuk mendapatkan pendidikan agama dan umum yang berkualitas, tetapi juga memperkuat syiar Islam serta melahirkan generasi muda yang mampu berkontribusi bagi daerah asalnya.
Santri Mentawai Seleksi Al-Azhar
Kabar membanggakan turut disampaikan pengurus MTI Kapau. Pada tahun akademik 2026, salah seorang santri mualaf asal Kepulauan Mentawai akan mengikuti seleksi akademik untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Rencana tersebut menjadi capaian penting dari program pembinaan santri Mentawai yang telah berjalan selama beberapa tahun.
Gubernur Sumatera Barat menyambut kabar tersebut dengan rasa bangga dan menyatakan kesiapan memberikan dukungan penuh agar proses pendidikan santri tersebut menuju Mesir dapat berjalan lancar.
“Pertemuan di rumah ibadah ini menjadi momentum keberkahan bagi kita semua. Program yang kita mulai sejak tahun 2023 ini terbukti membuahkan hasil nyata. Tidak hanya menggratiskan sekolah mereka, tapi kita berikan dukungan penuh sampai mereka kuliah ke Mesir,” ujar Gubernur.
Ia berharap para santri tersebut kelak kembali ke Mentawai dengan membawa ilmu dan pengalaman dari luar negeri.
“Kita ingin mereka pulang sebagai ulama besar yang membawa cahaya dan memimpin kemajuan bagi masyarakat di Kepulauan Mentawai,” katanya.
Pertemuan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Baznas Sumbar dan MTI Kapau dalam membangun generasi muda Mentawai yang memiliki pendidikan kuat, wawasan luas dan mampu menjadi bagian dari pembangunan daerah.
Program pendidikan santri mualaf Mentawai diharapkan terus berkembang sehingga semakin banyak generasi muda dari Kepulauan Mentawai memperoleh kesempatan menempuh pendidikan berkualitas, termasuk hingga jenjang perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....