Internasionalisasi UIN Bukittinggi: Memperkuat Akar Melayu di Thailand
- 07 Jul 2026 07:28 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi — Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali mengaktivasi program pengabdian global pascapandemi. Sebanyak sembilan mahasiswa terpilih dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) diberangkatkan untuk menjalani program integratif Kuliah Kerja Nyata (KKN) sekaligus Program Praktek Lapangan (PPL) di wilayah Thailand Selatan, mulai 8 Juli hingga 4 Agustus 2026.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan kurikulum, melainkan strategi taktis universitas dalam mempercepat akselerasi internasionalisasi lembaga. Lebih dari itu, program kolaboratif ini dirancang untuk memperluas cakrawala global mahasiswa sekaligus merajut kembali simpul-simpul kultural serta membangun semangat kolektif bangsa Melayu di Asia Tenggara.
Selama hampir satu bulan, para mahasiswa akan membagi fokus mereka ke dalam dua ranah substansial. Di sektor pengabdian masyarakat, mereka akan membaur dengan komunitas lokal di Hat Yai, Songkhla, Thailand Selatan, untuk mengidentifikasi dan mengurai problematika sosial keagamaan setempat.
Sementara di sektor pedagogis, mereka akan menjalankan praktik mengajar profesional di Songserm Sasana Vitaya School.
Sembilan mahasiswa yang dikirimkan merupakan talenta yang lolos filtrasi ketat berbasis kompetensi spesifik. Komposisinya terdiri dari lima mahasiswa program studi Bahasa Inggris, satu mahasiswa Bahasa Arab, dan tiga mahasiswa Bimbingan Konseling.
"Kombinasi multidisiplin ini sengaja dibentuk agar program intervensi sosial dan pendidikan di lokasi sasaran dapat berjalan secara komprehensif, mulai dari penguatan linguistik hingga pendampingan psikologis siswa, " jelas Dekan Fakultas Tarbiyah daj Ilmu Keguruan, Dr.Junaidi.
Reaktivasi Pascapandemi
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Bukittinggi, Dr. Muhiddinur Kamal, menjelaskan bahwa program ini menandai momentum penting kebangkitan mobilitas akademik internasional kampus. Sejak pandemi Covid-19 melanda beberapa tahun lalu, skema KKN internasional yang didanai oleh pemerintah pusat sempat terhenti total.
"Karena itu, saat ini UIN Bukittinggi mengambil inisiatif mandiri untuk menyelenggarakan kembali KKN internasional ini. Respons dan antusiasme mahasiswa sangat tinggi, mengingat mereka membutuhkan ruang aktualisasi berskala global," ujar Muhiddinur.
Rektor UIN Bukittinggi Prof. Dr. Silfia Hanani, melalui Wakil Rektor Urusan Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Afrinaldi, menekankan bahwa urgensi program ini terletak pada pembentukan karakter mahasiswa yang adaptif terhadap dinamika global tanpa mencabut akar identitas regionalnya.
"Pengalaman internasional di Thailand Selatan akan melatih kepekaan geopolitik dan kultural mahasiswa. Di sana, mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga belajar membaca lanskap masyarakat Melayu-Patani yang unik. Ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan akademisi dan praktisi yang memiliki ketajaman berpikir global namun tetap membumi," tegas Afrinaldi saat melepas peserta KKN internasional ke Thailand, Selasa, 7/7/2026.
Melalui program integratif KKN-PPL ini, UIN Bukittinggi berupaya membuktikan bahwa institusi pendidikan tinggi Islam di daerah mampu mengambil peran aktif dalam diplomasi budaya dan pendidikan di level regional ASEAN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....