Amsterdam dan Jejak Arsitektur Belanda yang Bertahan Ratusan Tahun
- 02 Jun 2026 19:41 WIB
- Bukittinggi
Oleh; Hafni PON
(Wartawan Senior Sumbar)
RRI.CO.ID,Amsterdam – Berbicara tentang Kerajaan Belanda tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang hubungan dengan berbagai negara jajahannya, termasuk Indonesia. Meski perjalanan tersebut menyisakan berbagai catatan pahit selama lebih dari tiga abad, relasi itu juga meninggalkan sejumlah warisan yang hingga kini masih dapat disaksikan dan dimanfaatkan.
Salah satu peninggalan yang paling mudah dikenali di Indonesia adalah keberadaan bangunan dan infrastruktur yang dibangun dengan teknologi konstruksi khas Belanda. Di Kota Bukittinggi, misalnya, berdiri megah ikon kota, yaitu Jam Gadang, yang hingga kini tetap menjadi simbol kebanggaan masyarakat.
Menara setinggi 26 meter tersebut memiliki keunikan tersendiri. Dibangun tanpa rangka besi sebagai penopang utama, Jam Gadang mengandalkan kekuatan susunan batu bata dan material bangunan yang dirancang secara presisi. Meski telah berusia lebih dari satu abad, bangunan bersejarah itu masih berdiri kokoh menghadapi perubahan zaman maupun berbagai bencana alam.
Keunikan konstruksi serupa ternyata dapat ditemukan di Amsterdam. Kota yang menjadi salah satu pusat pemerintahan dan ekonomi Belanda itu memiliki banyak bangunan bersejarah yang dibangun dengan teknik konstruksi berbasis susunan batu bata yang kuat dan tahan lama.
Salah satu contohnya terlihat pada puluhan jembatan yang membentang di atas kanal-kanal Amsterdam. Secara kasat mata, konstruksi jembatan tersebut memiliki kemiripan dengan Jam Gadang, yakni mengandalkan kekuatan struktur batu bata sebagai elemen utama bangunan.
Menariknya, sejumlah jembatan di Amsterdam telah berdiri sejak tahun 1728 Masehi, jauh lebih tua dibandingkan Jam Gadang yang dibangun pada awal abad ke-20. Namun hingga kini, jembatan-jembatan tersebut masih berfungsi dengan baik dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat setempat.
Ketangguhan konstruksi itu terlihat dari aktivitas yang berlangsung setiap hari. Di atas jembatan, trem modern melintas membawa penumpang menuju berbagai sudut kota. Sementara di bawahnya, kapal-kapal wisata hilir mudik menyusuri kanal yang menjadi ikon Amsterdam.
Tidak hanya jembatan, dinding-dinding kanal yang mengapit jalur air juga memiliki karakter konstruksi serupa. Dengan usia yang telah mencapai ratusan tahun, struktur tersebut tetap mampu bertahan dan berfungsi sebagaimana mestinya.
Ketahanan bangunan-bangunan itu menjadi bukti keunggulan teknik arsitektur Belanda yang pada masa lalu juga diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya masih dapat ditemukan hingga kini, seperti jembatan kereta api di kawasan Lembah Anai yang tetap menjadi bagian penting dari jalur transportasi di Sumatera Barat.
Keberadaan kanal-kanal Amsterdam tidak hanya berfungsi sebagai sistem tata kota, tetapi juga menjadi magnet wisata yang menarik jutaan pengunjung setiap tahun. Kota ini dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara modernisasi, pelestarian sejarah, dan keberlanjutan lingkungan.
Bahkan, banyak wisatawan menilai pesona kanal-kanal Amsterdam tidak kalah menarik dibandingkan kanal-kanal di Venesia yang selama ini dikenal sebagai kota kanal paling terkenal di dunia.
Perpaduan antara nilai sejarah, keindahan arsitektur, dan ketahanan konstruksi yang telah teruji oleh waktu menjadikan Amsterdam sebagai salah satu destinasi wisata dunia yang menawarkan pelajaran berharga tentang pentingnya menjaga warisan masa lalu untuk generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....