Peran Universitas Fort De Kock di Kota Bukittinggi

  • 17 Feb 2025 12:24 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN,Pattani Thailand; Universitas Fort De Kock (UFDK) lahir dan dibesarkan di Kota Bukittinggi. Mengutip dari laman resmi UFDK, rencana pembangunan pendidikan ini berawal dari mimpi besar yang bermula dari sebuah gagasan beberapa anggota Yayasan Pendidikan Fort De Kock Bukittinggi yang dipimpin waktu itu oleh Ketua Yayasan bernama Drs. Zainal Abidin, MM, kemudian berlanjut dengan pembicaraan dengan pemerintahan Kota Bukittinggi yang saat itu Wali Kota Bukittinggi dijabat oleh Drs. H. Djufri. Wali Kota saat itu merespons pendirian Perguruan Tinggi ini sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintahan Kota Bukittinggi, menjadikan Kota Bukittinggi sebagai Kota Pendidikan dan Kota Pariwisata.

Di awal berdirinya, Perguruan Tinggi ini bernama STIKes Fort De Kock yang ada di kawasan Kapeh Panji dengan enam program studi (prodi). Secara bertahap, sejak berdirinya STIKes ini tahun 2004, pada Agustus 2013, proses perkuliahan dan perkantoran, kampus ini mulai pindah ke gedung baru di kawasan Garegeh dan terus berkembang sampai sekarang. Pada tahun 2019, STIKes Fort de Kock resmi berubah status menjadi Universitas Fort De Kock (UFDK) Bukittinggi.

Saat ini, UFDK telah memiliki sarana dan prasarana utama yang mendukung proses belajar mengajar yang sangat representative, mulai dari gedung, sistem informasi, internet, labor, hall serbaguna, aula, mini teater dan lain sebagainya.

Sebagai anak yang lahir dan dibesarkan di Kota Bukittinggi, ‘Kini UFDK lah masuak usia remaja, lah bisa rasonyo dibawo pai katangah’. Oleh sebab itulah, beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan, bekerjasama dengan Universitas Fort de Kock, mengupayakan pencegahan stunting di Bukittinggi. Salah satu upaya dilakukan dengan pemberian vitamin A kepada anak usia dini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota BuBukittinggiHj. Linda FaFarozSH.MM menjelaskan, Kota Bukittinggi memiliki 136 Posyandu yang tersebar di 24 kelurahan di Kota Bukittinggi dengan jumlah kader lebih kurang 680 orang. Keberhasilan pengelolaan Posyandu memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Semua komitmen untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka mengantisipasi permasalahan stunting di Bukittinggi.

Tidak berhenti sampai di sani, pada bulan Februari ini, Pembina dan Ketua Yayasan, Rector dan beberapa orang dosen serta mahasiswa S2 KESMAS dan Kebidaban, melakukan Study Banding ke Malaysia dan Pattani. Sebagai pemerhati pendidikan, saya dibawa ikut bersama rombongan.

Saya dapat menyaksikan sendiri bagaimana Yayasan, Rector dan Dosen mempunyai derap langkah yang sama dalam mengelola management Perguruan Tinggi dengan baik. Saya optimis, Perguruan Tinggi ini akan bertambah besar dan bisa menjadi kebanggaan Kota. Saya bangga melihat mereka yang tidak pernah berhenti untuk memajukan kampus dengan terus berinovasi.

Selama kunjungan, dapat saya lihat sendiri, bagaimana penghargaan yang mereka terima ketika mengadakan kunjungan ke salah satu rumah sakit pemerintah di Pattani dimana Yayasan, Rektor diterima langsung oleh Direktur Rumah Sakit Pattani dr. Rusta Salaeh.

Bahkan dalam pertemuan tersebut, Direktur RS mengadakan penandatangan kerjasama dengan pihak UFDK, ini tentu saja hal yang luar biasa. Disamping itu, banyak ilmu yang dapat diambil siswa dalam kunjungan ini, salah satunya penjelasan mengenai ‘bagaimana layanan Puskesmas itu dapat dilakukan secara maksimal agar dapat memberikan nilai tambah dapat diberikan dalam layanan’.

Salah satu unggulan layanan Puskesmas di Pattani ini, mereka menyediakan layanan ‘Pranikah’, ini rasanya belum pernah terdengar oleh kita hal semacam ini.

Di sini Puskesmas menyediakan pemeriksaan kesehatan untuk calon pasangan yang akan menikah. Pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah, ini nantinya tentu akan dapat menekan angka kematian.

Jadi Preventif dan Promotif sudah berjalan sejak dini. Dalam kegiatan yang lain, rombongan delegasi juga diterima dengan hangat oleh Bapak Nianwa Sulaiman, Wali Kota Munisipalitas Pattani.

Saya dapat menyimpulkan, apa yang dilakukan oleh UFDK akan memberikan manfaat yang baik, tidak hanya untuk Sumatera Barat secara umum, namun akan memberikan nilai lebih, khususnya untuk Kota Bukittinggi.

Dr. Gusrizal Dt. Salubuak Basa

Pemerhati Pendidikan

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....