Peringati Harganas ke-33
- 08 Jul 2026 12:21 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 melalui upacara khidmat yang dipusatkan di Lapangan Cindua Mato (LCM), Batusangkar.
Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Agenda ini diikuti oleh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur TNI, Polri, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memperkuat draf pembangunan ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan makro daerah dan nasional.
Upacara bernuansa penguatan sosial ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi beserta istri, Ketua DPRD Anton Yondra, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Ny. Lise Eka Putra, Sekretaris Daerah Abdurrahman Hadi beserta istri, para Asisten, Staf Ahli Bupati, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, jajaran camat, wali nagari, hingga pimpinan BUMN/BUMD di Luhak Nan Tuo.
Menavigasi Era VUCA Melalui Ketahanan Keluarga
Pada kesempatan tersebut, Bupati Eka Putra membacakan draf sambutan resmi dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Pusat. Dalam amanat tertulisnya, Menteri menegaskan bahwa esensi Harganas bukan sekadar ritual seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi strategis untuk memperkuat fungsi keluarga sebagai wadah yang aman, tangguh, dan andal melahirkan draf generasi unggul di tengah disrupsi global.
Menurutnya, tatanan dunia saat ini telah memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity) yang diidentifikasi dengan eskalasi perubahan yang super cepat, ketidakpastian tinggi, kompleksitas sistem, serta ambiguitas informasi. Di tengah masifnya penetrasi teknologi digital dan pergeseran nilai sosiologis, keluarga wajib berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan utama dalam mengonstruksi karakter dan mutu Sumber Daya Manusia (SDM).
"Keluarga yang tangguh bukan lagi sekadar opsi pilihan normatif, melainkan telah bertransformasi menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi bangsa ini dalam mengantisipasi berbagai fluktuasi tantangan masa depan," tegas Bupati saat membacakan draf pidato Menteri.
Lebih lanjut dipaparkan bahwa momentum bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia merupakan potret peluang emas menuju gerbang negara maju. Namun, deviden demografi tersebut hanya akan menjadi berkah fungsional apabila disokong oleh ketersediaan SDM yang sehat secara klinis, cerdas secara kognitif, dan kuat secara karakter.
Oleh karena itu, draf cetak biru pembangunan keluarga nasional secara konstan diarahkan untuk memperkuat tiga pilar utama:
- Pilar Kesehatan: Diakselerasi melalui draf program percepatan penurunan angka stunting dan pemenuhan intervensi gizi spesifik pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
- Pilar Pendidikan Karakter: Optimalisasi lingkungan domestik rumah tangga sebagai basis utama penyemaian moralitas.
- Pilar Ketahanan Mental: Mempertegas resiliensi psikologis anak agar tidak mudah terdistorsi oleh dampak negatif era keterbukaan informasi digital.
Peran Keseimbangan Pola Asuh dan Atensi Terhadap Alarm Sosial
Di samping penguatan pilar tersebut, draf arahan menteri memberikan atensi khusus mengenai urgensi keterlibatan figur ayah dalam pengasuhan anak secara seimbang. Kehadiran sosok ayah, baik secara fisik maupun ikatan emosional, dinilai memiliki pengaruh signifikan terhadap kestabilan psikologis dan pembentukan kepribadian protektif anak.
Menteri juga melayangkan draf imbauan agar para orang tua bersikap bijak dan membatasi (pola filtering) penggunaan gawai (gadget) pada anak. Keluarga diharapkan mampu menghidupkan kembali tradisi komunikasi interaktif yang hangat di dalam rumah, sehingga anak tidak mengalami sindrom kehilangan figur dan ruang kasih sayang.
Merebaknya fenomena deviasi perilaku sosiologis di era modern seperti aksi perundungan (bullying), tawuran antarpelajar, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas dan perilaku seksual berisiko, merupakan alarm keras. Kondisi ini menunjukkan urgensi untuk mengembalikan fungsi primer keluarga sebagai laboratorium pertama dan utama dalam memproteksi mentalitas generasi muda.
Menutup draf amanatnya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga menegaskan bahwa indikator keberhasilan pembangunan nasional tidak boleh hanya diukur dari kemegahan infrastruktur fisik maupun grafik pertumbuhan ekonomi semata, melainkan harus linier dengan kualitas ketahanan keluarga yang mampu melahirkan generasi sehat, berkarakter kuat, dan berdaya saing global. (hr-fan)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....