Upaya Polres Bentengi Generasi Muda dari Narkoba dan Perilaku Menyimpang

  • 20 Jun 2026 21:41 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, TANAH DATAR – Program Babaliak ka Surau menjadi salah satu langkah taktis yang digagas oleh Polres Tanah Datar guna membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba dan berbagai perilaku menyimpang. Melalui pendekatan kearifan lokal, program ini diproyeksikan mampu memperkuat karakter remaja sekaligus merawat ketertiban sosial di tengah masyarakat.

Hal tersebut dikupas tuntas oleh Kapolres Tanah Datar, AKBP Nur Ichsan Dwi Septiyanto, dalam agenda bincang-bincang bersama mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar di Studio Radio Luhak Nan Tuo Batusangkar pada Rabu, 17 Juni 2026. Talkshow interaktif ini mengusung tajuk "Babaliak Ka Surau, Benteng Generasi Muda dari Ancaman Narkoba dan Perilaku Menyimpang".

Kapolres menjelaskan, gagasan Babaliak ka Surau ini diilhami dari rekam jejak pengalamannya saat bertugas di Mabes Polri sebelum resmi memimpin korps bhayangkara di Tanah Datar pada 8 April 2025 lalu.

"Secara filosofis, Polri adalah penjaga peradaban. Peradaban itu lahir dan dimiliki oleh masyarakat. Setelah bertugas di Tanah Datar, saya melihat adanya warisan budaya yang sangat kuat, yakni filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Nilai-nilai luhur inilah yang kita padukan dengan konsep kepolisian," urai Nur Ichsan.

Menurutnya, surau sejak dahulu kala merupakan episentrum pembentukan karakter dan mentalitas masyarakat Minangkabau yang telah terbukti melahirkan tokoh-tokoh bangsa sekiber Buya Hamka dan Haji Agus Salim. Kapolres menegaskan, pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tidak bisa dibebankan kepada kepolisian semata, melainkan butuh sinergi kolektif.

Langkah preventif ini mendesak untuk digenjot mengingat peta kerawanan narkotika di wilayah hukum Tanah Datar tergolong cukup tinggi. Kapolres membeberkan, sepanjang satu tahun masa dinasnya di Tanah Datar, jajarannya telah mengungkap sebanyak 48 kasus narkotika dengan menciduk 68 tersangka (termasuk 3 wanita), serta menyita barang bukti berupa 279 gram sabu-sabu dan 43 kilogram ganja.

Selain perang terhadap narkoba, Polres Tanah Datar juga melakukan penetrasi pencegahan terhadap penyakit sosial lainnya dengan menginisiasi program inovatif berupa pembentukan "Nagari Bebas LGBT" yang dipusatkan di Nagari Baringin, Kecamatan Lima Kaum.

Gayung bersambut, Kepala Dinas Kominfo Tanah Datar, Dedi Tri Widono, mengapresiasi penuh terobosan Polres Tanah Datar. Dirinya menilai program tersebut berjalan selaras (inline) dengan visi pemda menuju "Kabupaten Tanah Datar Madani yang Maju dan Berkelanjutan".

"Pemerintah daerah sendiri telah mengoperasikan program unggulan yang sejalan, seperti satu rumah satu hafiz dan pemberian insentif bagi guru mengaji," sebut Dedi.

Dedi menambahkan, Dinas Kominfo juga aktif menyisir sekolah-sekolah di kawasan Batusangkar untuk melakukan edukasi literasi digital demi membentengi pelajar dari paparan informasi negatif di media sosial. Dirinya menaruh harapan besar agar mahasiswa UIN Batusangkar mampu menjadi pelopor (agent of change) yang cerdas dalam menyaring informasi.

"Di era digitalisasi saat ini, biasakan budaya cek dan ricek sebelum memercayai atau menyebarkan informasi. Kritis itu penting, tetapi harus cerdas," pungkas Dedi Tri Widono. (Et/Dona/Ari)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....