Tinjau Asrama Mahasiswa di Bandung
- 20 Jun 2026 21:26 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, TANAH DATAR – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menggelar pertemuan silaturahmi dengan Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Bandung Raya sekaligus meninjau langsung Gedung Asrama Mahasiswa Yayasan Pagaruyung di Bandung pada Kamis, 18 Juni 2026.
Agenda kunjungan kerja ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam mempererat hubungan emosional dengan kaum perantau. Langkah ini sekaligus untuk memastikan kelayakan fasilitas penunjang bagi mahasiswa asal *Luhak Nan Tuo* yang tengah menempuh studi di luar daerah.
Dalam momentum tersebut, Bupati Eka Putra melayangkan apresiasi tinggi atas kontribusi dan kepedulian kolektif para perantau yang telah berupaya menyediakan wadah hunian bagi mahasiswa. Bupati juga menegaskan komitmen daerah untuk mengupayakan intervensi stimulus finansial dalam mempercantik fasilitas asrama.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada para perantau. Ini wujud nyata kepedulian terhadap kampung halaman. Terkait pengembangan asrama, kami akan tinjau dahulu postur keuangan daerah. Jika memungkinkan, pemda akan bantu pengembangannya agar mahasiswa menikmati fasilitas yang lebih baik,” ujar Eka Putra.
Di hadapan tokoh perantau, Bupati turut memaparkan sejumlah rapor pembangunan daerah yang sukses memikat perhatian pemerintah pusat. Dirinya juga membocorkan rencana mega proyek strategis, termasuk pendirian Sekolah Rakyat (SR) di Nagari Tanjung Barulak hingga rancangan trase jalan tol yang diproyeksikan membelah sejumlah wilayah di Tanah Datar.
“Rencana pembangunan jalan tol masih dalam tahap kajian mendalam, kemungkinan akan melewati Sungai Tarab, Tambangan, atau jalur langsung dari Lembah Anai menuju Padang Panjang hingga Kecamatan X Koto. Kami mohon doa dan dukungan perantau agar rencana ini berjalan lancar,” imbuhnya sembari mengingatkan pentingnya menjaga soliditas ranah dan rantau.
Gayung bersambut, Ketua DPRD Tanah Datar Anton Yondra, menilai asrama ini bukan sekadar tempat tinggal, melainkan simbol kepedulian sosial yang bernilai tinggi. Dirinya mendorong pengurus untuk mengoptimalisasi aset bangunan yang berada di lokasi strategis tersebut agar mampu mendatangkan pendapatan mandiri (*revenue*) guna membiayai operasional gedung secara mandiri.
"Jika asrama memiliki sumber pendapatan mandiri, kita tidak akan terus-menerus bergantung pada sokongan APBD," cetus Anton Yondra.
Sementara itu, Ketua IKTD Bandung Raya, H. Syafriadi, menguraikan bahwa Gedung Asrama Mahasiswa Yayasan Pagaruyung tersebut berdiri megah dengan konstruksi dua lantai dan memiliki kapasitas 17 kamar siap huni. Berkat sinergi apik antara IKTD dan Pemkab Tanah Datar, seluruh fasilitas asrama sejauh ini tetap terawat dengan sangat baik. (rhn)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....