Wabup Tinjau Sentra IKM Tomat dan Cabai
- 20 Jun 2026 21:25 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, TANAH DATAR – Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, meninjau langsung Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) olahan hortikultura tomat dan cabai di Nagari Lawang Mandahiling, Kecamatan Salimpaung, pada Kamis, 18 June 2026.
Kunjungan kerja lapangan ini turut didampingi oleh Kepala Dinas Nakerin Nusyirwan, Kepala Dinas Pertanian Sri Mulyani, Kepala Dinas PMDPPKB Herison, serta Camat Salimpaung Kartoni. Hadir pula jajaran Wali Nagari se-Kecamatan Salimpaung, Wali Nagari Baringin, Cubadak, Simabur, beserta jajaran pengurus koperasi pengelola sentra.
Di sela peninjauan proses produksi, Ahmad Fadly menekankan tiga aspek krusial yang wajib dibenahi agar komoditas hilirisasi hortikultura lokal mampu menembus penetrasi pasar yang lebih luas dan kompetitif.
“Setelah melihat langsung proses produksi, kami melihat bahwa kualitas bahan baku harus benar-benar terjaga. Selain itu, merek (branding) produk juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan daya tarik penjualan. Manajemen pengelolaan yang profesional juga sangat dibutuhkan untuk memperkuat lini perencanaan hingga pencapaian target usaha,” urai Ahmad Fadly.
Wabup menilai keberadaan Sentra IKM Hortikultura ini merupakan instrumen investasi jangka panjang yang strategis. Kehadirannya tidak hanya mendongkrak nilai tambah (value added) produk pertanian saat panen melimpah, namun juga menggerakkan roda ekonomi daerah secara inklusif.
Oleh karena itu, Ahmad Fadly menginstruksikan jajaran camat dan wali nagari untuk aktif menyosialisasikan dan mendorong para petani serta pelaku usaha kecil di wilayah masing-masing agar memanfaatkan fasilitas modern ini secara kolektif.
“Di sentra ini, komoditas tomat dan cabai segar dapat diolah secara higienis menjadi berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi, seperti saus tomat, saus sambal, cabai giling, dan varian olahan lainnya,” imbuhnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Nakerin Tanah Datar, Nusyirwan, memaparkan regulasi pengelolaan Sentra IKM ini bergerak di bawah kendali Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), sementara rantai produksinya dimandatkan kepada pihak koperasi. Saat ini, pasokan saus tomat yang diproduksi telah diserap oleh sejumlah pelaku UMKM kuliner lokal.
“Aktivitas produksi saus tomat sejauh ini terus berjalan stabil guna memenuhi kebutuhan mitra UMKM. Kendati demikian, kapasitas produksi memang belum digenjot dalam skala masif lantaran masih membentur keterbatasan modal kerja serta volume pesanan pasar yang belum bergerak eksponensial,” pungkas Nusyirwan. (hr-adib)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....