Koordinasikan Mitigasi Risiko Kecelakaan di Jalur Padang Panjang–Bukittinggi

  • 10 Jun 2026 22:42 WIB
  •  Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Tragedi kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi, Kecamatan X Koto, menimbulkan trauma mendalam bagi masyarakat. Selasa, 9 Juni 2026, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar melakukan koordinasi mitigasi risiko kecelakaan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Sumbar dan Dishub Sumbar.
Kondisi jalan yang memiliki turunan panjang sering menyebabkan kendaraan berat mengalami rem blong. Situasi ini memicu kecelakaan yang tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga merenggut nyawa.
Karena itu, permasalahan ini membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak agar kejadian serupa tidak terus berulang. Pemkab Tanah Datar terus berupaya mencarikan solusi dengan menyiapkan langkah pencegahan kecelakaan.
Pertemuan itu dilaksanakan untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan. Jalur tersebut menjadi salah satu urat nadi transportasi masyarakat di Sumatera Barat, terutama Tanah Datar.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan ruas jalan Padang Panjang–Bukittinggi memiliki mobilitas kendaraan tinggi setiap hari. “Diperlukan perhatian bersama agar risiko kecelakaan dapat ditekan melalui langkah pencegahan terukur,” ujarnya.
Menurutnya, keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi semua pihak. Kolaborasi itu melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, aparat penegak hukum, serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam pertemuan dibahas berbagai faktor penyebab kecelakaan, mulai dari titik rawan hingga kepadatan kendaraan. Turut dibahas langkah mitigasi seperti peningkatan rambu, marka jalan yang jelas, hingga penambahan fasilitas keselamatan.
Ia juga mendorong hasil koordinasi ditindaklanjuti melalui langkah konkret yang melibatkan seluruh pihak terkait. “Upaya pencegahan tidak hanya jangka pendek, tetapi memberikan dampak berkelanjutan bagi keselamatan masyarakat,” tegas Ahmad Fadly.
“Data dan informasi lapangan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan keselamatan transportasi,” ujarnya. Karena itu, diperlukan pemetaan komprehensif terhadap lokasi yang kerap menjadi titik kecelakaan.
Wabup berharap koordinasi menghasilkan rekomendasi strategis untuk mengurangi potensi risiko kecelakaan. “Salah satu usulan kami adalah pembatasan jadwal operasional kendaraan tertentu dan disambut baik,” katanya.
Kepala BPTD Kelas II Sumbar Deddy Gusman menyampaikan komitmen mendukung program peningkatan keselamatan lalu lintas. “Kami mendukung sepenuhnya harapan Wakil Bupati Tanah Datar terkait penanganan ruas jalan ini,” ujarnya.
Dukungan diwujudkan melalui penguatan koordinasi teknis, evaluasi fasilitas perlengkapan jalan, serta rekomendasi penanganan. “Kami terus melakukan upaya antisipatif dengan menempatkan fasilitas keselamatan lalu lintas di lokasi tersebut,” tambah Deddy Gusman.
Kepala Dishub Provinsi Sumbar Dedy Diantolani mengatakan aspek keselamatan transportasi menjadi prioritas utama. “Berbagai upaya preventif akan terus dilakukan guna menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kenyamanan pengguna jalan,” katanya.
Turut mendampingi Wakil Bupati pada pertemuan itu Kepala Dishub Tanah Datar Sofyan Ali Zumara. Hadir pula Wali Nagari Panyalaian Dedi Suntani Dt. Rangkai Putiah, Sekretaris Nagari Koto Baru, serta tamu undangan lainnya. (hp-rhn)
google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....