Goro dan Tanam Pohon, Warnai Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Tanah Datar

  • 08 Jun 2026 10:25 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama unsur pimpinan DPRD, Forkopimda, Ketua TP PKK, Ketua GOW, serta perwakilan berbagai organisasi wanita menggelar apel gabungan terpadu. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak pada Sabtu, 6 Juni 2026.

(Catatan Redaksi: Terdapat penyesuaian penulisan hari dan tanggal pada naskah sumber. Berdasarkan kalender tahun 2026, tanggal 6 Juni jatuh pada hari Sabtu).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, membacakan sambutan resmi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Republik Indonesia. Pada peringatan tahun ini, Hari Lingkungan Hidup Sedunia mengusung tema krusial, yaitu "Saatnya Bekerja untuk Iklim".

"Peringatan Hari Lingkungan Hidup ini sebagai momentum penting untuk merenungkan peran kita dalam menjaga bumi, sekaligus menjadi dorongan aksi nyata sebagai wujud komitmen bersama demi masa depan bumi yang lebih berkelanjutan," ujar Ahmad Fadly saat membacakan pidato Menteri LH.

Dipaparkan bahwa potret bumi saat ini tengah menghadapi ancaman serius dari triple planetary crisis, yakni perubahan iklim global, degradasi keanekaragaman hayati secara masif, dan tingginya tingkat pencemaran lingkungan. Ketiga krisis ini saling berkelindan dan berpotensi merusak stabilitas ekologi, ekonomi, hingga tatanan sosial global jika tidak segera dimitigasi.

Salah satu pemicu utama yang memperparah krisis iklim tersebut adalah sengkarut pengelolaan sampah yang belum optimal di sektor hulu, sehingga sebagian besar volume sampah domestik berakhir menumpuk begitu saja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Praktik konvensional ini memicu ledakan gas metan yang merusak lapisan atmosfer, mengganggu higienitas, serta mengancam derajat kesehatan masyarakat.

Menyikapi hal tersebut, Menteri LH menegaskan bahwa paradigma tata kelola sampah harus diubah total secara struktural dan tidak boleh lagi hanya bertumpu pada pendekatan di area hilir (TPA).

"Oleh karena itu, pada hari ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat di seluruh Indonesia untuk melakukan 'Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga untuk Indonesia Asri'," imbau Wabup mengutip pidato Menteri.

Secara taktis, Menteri LH melayangkan lima instruksi gerakan nyata yang harus segera diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat di daerah:

  1. Reduksi Sampah Plastik: Mengurangi penggunaan kantong plastik dan barang sekali pakai, serta menggalakkan pemilahan sampah sejak dari dapur rumah tangga dan area publik.

  2. Edukasi Budaya Bersih: Meningkatkan kesadaran gaya hidup bersih melalui gerakan gotong royong massal yang peka terhadap isu dampak perubahan iklim.

  3. Ekonomi Sirkular: Mendorong pemanfaatan sampah organik maupun anorganik secara produktif bernilai ekonomis lewat optimalisasi peran bank sampah lokal dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

  4. Pohon untuk Karbon: Menggencarkan gerakan penanaman pohon secara masif dengan target nasional 2 miliar pohon demi memperkuat ketahanan iklim, menjaga pasokan air, dan menyerap emisi karbon.

  5. Proteksi Kawasan Hijau: Memperkuat pengawasan tata kelola limbah yang aman, menekan laju pencemaran, serta melindungi kelestarian ekosistem kawasan hijau.

Seusai pelaksanaan apel gabungan, Wakil Bupati bersama seluruh peserta upacara langsung turun ke lapangan untuk melakukan aksi konkret berupa penanaman bibit pohon pelindung serta menggelar aksi gotong royong membersihkan sampah di seputaran area Lapangan Dang Tuanku Bukit Gombak. (Prokopim-dvd/hp/rhn)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....