Pemkab Tanah Datar dan BPJN Sumbar Survei Akses Jalan menuju Sekolah Rakyat

  • 18 Mei 2026 09:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar – Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Elsa Putra Friandi, didampingi Bupati Tanah Datar, Eka Putra, dan Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, melakukan peninjauan langsung ke lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Nagari Tanjung Alam, Kecamatan Tanjung Baru, pada Minggu, 17 Mei 2026.

Kunjungan lapangan ini dilakukan guna melihat kesiapan lokasi secara menyeluruh sekaligus meninjau kelayakan akses transportasi menuju kawasan yang diproyeksikan menjadi pusat pembangunan lembaga pendidikan tersebut.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat dengan menyiapkan dua alternatif pengembangan infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran proses pembangunan dan mobilitas menuju lokasi Sekolah Rakyat.

“Ada dua rencana kita. Jalan lama yang akan kita perlebar, atau jalan baru yang akan kita bangun,” ujar Eka Putra di sela-sela peninjauan.

Merespons hal itu, Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menegaskan bahwa pembangunan akses jalan ini menjadi perhatian serius dari pemerintah pusat lantaran masuk ke dalam program prioritas nasional. Pihaknya kini tengah fokus mengumpulkan data teknis dari dua alternatif yang ditawarkan pemda.

“Ini kan memang program prioritas Presiden, dan Bapak Bupati juga sudah sampaikan tadi kan ada arahan Pak Menteri PU. Makanya kami diperintahkan untuk melakukan survei. Dari Bapak Bupati juga sudah sampaikan ada dua alternatif, ini akan kita tindaklanjuti dengan mengambil data-data lapangan. Nanti kita kaji, kemudian kami siapkan desainnya. Jadi, kalau semuanya sudah selesai, kita laporkan,” ungkap Elsa Putra Friandi.

Dukungan penuh terhadap proyek strategis ini juga mengalir deras dari warga setempat. Ketua DPRD Tanah Datar, Anton Yondra, mengapresiasi tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat, terutama dalam hal penyediaan lahan untuk fasilitas pendidikan dan akses jalan tanpa menuntut ganti rugi.

“Dengan adanya pembangunan Sekolah Rakyat di Tanjung Alam ini, partisipasi masyarakat sangat tinggi. Untuk lahan, masyarakat sudah menyerahkan tanpa ganti rugi. Kemudian untuk akses jalan pun masyarakat bersedia menyerahkan lahan demi pembangunan Sekolah Rakyat. Jadi dukungan masyarakat sangat besar, bahkan pembangunan ini sangat ditunggu-tunggu,” kata Anton Yondra.

Peninjauan ini menjadi langkah konkret awal untuk memastikan seluruh infrastruktur pendukung siap sebelum konstruksi fisik Sekolah Rakyat dimulai. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Tanah Datar Abdurahman Hadi, jajaran Kepala OPD terkait, Camat Tanjung Baru, Wali Nagari Tanjung Alam, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. (Dna, Dni, San)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....