Banjir dan Longsor Terjang Tanah Datar, 5 Rumah dan Jembatan Hanyut di Nagari Taluak
- 18 Mei 2026 07:56 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanah Datar dalam beberapa hari terakhir memicu bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Tanjung Emas, Padang Ganting, Lintau Buo, Lintau Buo Utara, dan Sungai Tarab. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Nagari Taluak, Kecamatan Lintau Buo, akibat luapan Sungai Batang Tampo yang berhulu di Gunung Sago pada Selasa malam.
Mendapat laporan tersebut, Bupati Tanah Datar, Eka Putra, didampingi Anggota DPRD Tanah Datar Indra Gunalan serta jajaran kepala OPD terkait langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat.
Bupati memaparkan bahwa dampak luapan sungai telah mengakibatkan kerusakan materiil yang cukup masif, mulai dari puluhan rumah warga hingga ratusan hektare lahan pertanian produktif milik masyarakat setempat.
“Saat ini saya berada di lokasi terdampak banjir di Nagari Taluak. Berdasarkan laporan wali nagari, banjir tadi malam mengakibatkan 67 rumah rusak, lima rumah dan lima jembatan hanyut, serta merusak lebih dari seratus hektare sawah masyarakat. Kami memastikan warga yang mengungsi dalam kondisi aman, terutama kebutuhan kesehatan dan makanan harus terjamin,” ujar Eka Putra di lokasi bencana pada Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menambahkan, pemerintah daerah bergerak cepat dengan langsung menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan mentah. Bupati juga menginstruksikan wali nagari bersama masyarakat untuk berkolaborasi mengelola dapur umum dan mengatur distribusi bantuan agar tepat sasaran.
"Bencana banjir seperti ini baru pertama kali terjadi selama saya menjabat sebagai bupati. Sungai Batang Tampo meluap akibat curah hujan tinggi, sementara hulunya berada di Gunung Sago. Nanti akan kami cek hingga ke bagian hulu untuk melihat kondisi sebenarnya. Namun saat ini fokus utama kami adalah menyelamatkan warga terdampak,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Nagari Taluak, Pendi Aswil, menjelaskan bahwa putusnya lima jembatan di wilayahnya sempat menyebabkan sejumlah warga terisolasi. Untuk penanganan warga yang kehilangan tempat tinggal, pihak nagari telah menyiapkan langkah antisipasi darurat.
“Kami siaga 24 jam memantau kondisi di lapangan. Jika situasi memburuk dan warga membutuhkan tempat pengungsian, seluruh fasilitas sudah kami siapkan di Kantor Wali Nagari Taluak," kata Pendi Aswil.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama instansi teknis akan segera menerjunkan tim khusus untuk melakukan pendataan secara rinci terkait kerusakan infrastruktur dan lahan pertanian guna merencanakan langkah rekonstruksi pascabencana. (prokopim/hp-rey-nd)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....