KDMP Agam Terus Bergerak dan Berbenah, Puluhan Gerai Mulai Dibangun
- 22 Apr 2026 15:32 WIB
- Bukittinggi
Poin Utama
- koperasi desa merah putih
- kdmp
- UMKM
RRI.CO.ID, Agam - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Agam terus menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari sisi pembangunan fisik, legalitas, hingga penguatan kelembagaan. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) antara Dinas Koperasi dan UKM (DKUKM) Agam bersama Business Assistant (BA) dan Project Management Officer (PMO), Senin, 20 April 2026, di Kantor DKUKM Agam Lubuk Basung.
Rakor yang mengusung tema sinergisitas ini bertujuan memastikan BA dan PMO benar-benar menjadi ujung tombak dalam penguatan KDMP, bukan sekadar pelengkap administratif. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing BA dan PMO mempresentasikan progres pendampingan di wilayah kerja mereka.
Dari hasil rakor, tercatat progres KDMP di Kabupaten Agam cukup menggembirakan. Sebanyak 26 lokasi lahan telah tersedia untuk pembangunan gerai KDMP, dengan 4 gerai yang berlokasi di Nagari Simarasok, Nagari Nan limo, Nagari Kampung pinang, dan Nagari Sungai Landia telah selesai dan 14 lainnya sedang dalam tahap pembangunan. Dari sisi legalitas, 52 KDMP telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan 81 KDMP telah memiliki NPWP.
Selain itu, dari total 92 KDMP di Agam, sebanyak 14 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), di mana 12 di antaranya sudah menjalankan usaha aktif. Jumlah anggota KDMP di Kabupaten Agam saat ini tercatat mencapai 3.864 orang.
PMO KDMP Agam, Dwimarsa dan Adharyadi, menegaskan, pendampingan di lapangan terus diperkuat melalui empat fokus utama. Pihaknya berfokus pada pemantauan pembangunan gerai, pemutakhiran data Simkopdes, asistensi rencana bisnis, serta mendorong kemitraan strategis untuk memperkuat KDMP di Agam.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Agam, Endrimelson, menegaskan pentingnya peran aktif BA dan PMO dalam memastikan KDMP tidak hanya terbentuk secara administratif, tetapi juga berjalan dan berkembang secara nyata.
"Kami menekankan agar BA dan PMO bekerja secara profesional, aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak, serta memastikan KDMP yang didampingi segera operasional dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," tegasnya.
Dalam rakor tersebut juga dibahas kesiapan operasional gerai, pendampingan proposal bisnis untuk akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi. Saat ini, terdapat 9 orang BA dan 2 orang PMO yang ditugaskan mendampingi KDMP di Kabupaten Agam.
"Dengan progres yang terus meningkat, KDMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nagari serta memperkuat kemandirian masyarakat di Kabupaten Agam," ungkapnya. (AS/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....