Pembukaan Musyawarah Besar Pulang Basamo Koto Gadang Anam Koto

  • 26 Mar 2026 15:55 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, AGAM - Musyawarah Besar Perantau “Pulang Basamo” bersama masyarakat Nagari Koto Gadang Anam Koto resmi dibuka pada 23–25 Maret 2026 di Balai Nagari.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala DPMN, Kepala Dinas Perhubungan, Camat Tanjung Raya, serta Ketua IKKGM, Niniak mamak cadiak pandai dan alim ulama Nagari Koto Gadang. Acara menjadi momentum penting mempererat hubungan antara masyarakat di kampung halaman (ranah) dan perantau (rantau).

Acara yang digelar dua tahun sekali ini diikuti oleh perwakilan 13 IKKGM dari seluruh Nusantara, dengan 9 di antaranya hadir langsung dalam kegiatan Pulang Basamo. Antusiasme terlihat dari ramainya Balai Nagari yang dipenuhi masyarakat dan perantau.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat di Nagari Koto Gadang. Salah satunya melalui kegiatan gotong royong (goro basamo) yang sekaligus menjadi upaya penggalangan dana untuk perbaikan jalan di Nagari Koto Gadang dengan target Rp20 juta. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

Selain itu, hasil musyawarah sebelumnya pada tahun 2024 menetapkan Pekanbaru sebagai koordinator Pulang Basamo ini menunjukkan adanya kesinambungan dan perencanaan jangka panjang dalam memperkuat jaringan perantau.

Ketua panitia dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat atas partisipasi aktif dalam menyukseskan acara, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan.

Kepala DPMN menyampaikan pesan dari Bupati Agam untuk seluruh masyarakat baik di rantau maupun di ranah agar selalu bersatu untuk kemajuan nagari kita.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu menghadapi berbagai tantangan, termasuk penanggulangan daerah terdampak bencana, serta menekankan pentingnya program 'Bangkik dari Surau' sebagai langkah strategis menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat musyawarah dan pengambilan keputusan nagari. Mari kita jadikan semangat 'urang rantau alah pulang, ranah asal, rantau tempat mencari' sebagai pengingat bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi erat antara ranah dan rantau,"Ujarnya.

Secara keseluruhan, kegiatan Pulang Basamo ini membawa pengaruh positif bagi masyarakat, baik dari segi sosial maupun pembangunan. Kehadiran para perantau tidak hanya mempererat hubungan emosional dengan kampung halaman, tetapi juga membuka peluang kontribusi nyata dalam pembangunan nagari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....