Memahami Desil Kesejahteraan, Bukan Vonis, tapi Hasil Perhitungan Data

  • 06 Mar 2026 09:23 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Agam - Belakangan ini, di tengah masyarakat sering muncul pertanyaan tentang pengelompokan Desil kesejahteraan. Misalnya, ada yang bertanya, “Kenapa saya masuk Desil 6, padahal ekonomi saya sedang susah?”

Pertanyaan seperti ini wajar. Namun sebelum berprasangka atau merasa ada kesalahan, penting bagi kita untuk memahami terlebih dahulu apa itu Desil dan bagaimana cara menghitungnya.

Secara sederhana, Desil adalah pembagian data menjadi 10 kelompok yang sama besar berdasarkan urutan tertentu. Dalam konteks kesejahteraan sosial, yang diurutkan adalah tingkat pengeluaran dan kondisi sosial ekonomi rumah tangga.

Pengelompokan tersebut dibagi menjadi:

Desil 1 sampai Desil 5: kelompok dari tingkat kesejahteraan paling rendah hingga menengah ke bawah.

Desil 6 sampai Desil 10: kelompok dari tingkat kesejahteraan menengah ke atas hingga paling tinggi.

Perlu dipahami, urutan ini bukanlah vonis atau cap terhadap seseorang, melainkan hasil perhitungan statistik yang dilakukan secara ilmiah. Statistik membaca posisi berdasarkan data, bukan berdasarkan asumsi.

Lalu mengapa terkadang posisi Desil terasa tidak sesuai dengan kondisi yang dirasakan di lapangan?

Jawabannya sederhana: Desil dihitung berdasarkan data, bukan berdasarkan apa yang terlihat oleh mata. Perhitungan dilakukan menggunakan data sosial ekonomi, terutama pengeluaran rumah tangga dan berbagai indikator kesejahteraan lainnya. Semua dihitung secara terukur dengan angka, bukan berdasarkan tampilan luar seperti kondisi rumah, kepemilikan motor, atau gaya hidup yang terlihat.

Selain itu, data memiliki waktu rekam. Artinya, kondisi ekonomi yang tercatat adalah kondisi saat pendataan dilakukan. Bisa saja saat pendataan, usaha atau pekerjaan berjalan lancar. Namun setelah data direkam, terjadi perubahan kondisi seperti penurunan pendapatan, kehilangan pekerjaan, atau bertambahnya beban keluarga. Perubahan inilah yang kadang membuat masyarakat merasa posisi Desilnya tidak sesuai dengan kondisi saat ini.

Hal penting lainnya, Desil dihitung dari keseluruhan kondisi rumah tangga, bukan hanya dari satu indikator. Beberapa faktor yang diperhitungkan antara lain:

- Ada pekerjaan tetap atau tidak.

- Jumlah tanggungan, termasuk anak sekolah

- Pengeluaran kesehatan

- Beban utang

Dan berbagai indikator sosial ekonomi lainnya

Dengan kata lain, pengelompokan Desil merupakan hasil dari kombinasi banyak variabel, bukan semata-mata karena memiliki kendaraan atau satu aset tertentu.

Melalui pemahaman ini, diharapkan masyarakat dapat melihat pengelompokan Desil secara lebih utuh dan tidak terburu-buru menyimpulkan. Desil adalah alat statistik untuk membantu pemerintah membaca kondisi sosial ekonomi secara menyeluruh, agar kebijakan dan program bantuan dapat dirancang lebih tepat sasaran. (AS/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....