Kepala BP BUMN Kunjungi Lokasi Rencana Penyelamatan Darurat Rem Blong

  • 20 Feb 2026 10:47 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Tanah Datar – Jalur utama yang menghubungkan Padang Panjang dan Bukittinggi membutuhkan solusi permanen akibat seringnya terjadi kecelakaan lalu lintas. Kondisi jalan yang didominasi tanjakan dan turunan panjang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah pusat maupun daerah.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, meninjau langsung lokasi rawan kecelakaan di Panyalaian, Kecamatan X Koto. Kunjungan lapangan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Dony didampingi oleh anggota DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, serta Bupati Tanah Datar Eka Putra. Rombongan memantau titik krusial di depan Pondok Pesantren Al Ikhlas.

Bupati Eka Putra mengungkapkan bahwa jalur tersebut kerap memakan korban jiwa, terutama yang melibatkan kendaraan berat. Beliau sangat mengapresiasi respon cepat dari jajaran pemerintah pusat yang langsung turun ke lapangan untuk mencari solusi.

“Kami berharap pemerintah provinsi maupun pusat dapat segera merealisasikan solusi teknis di jalur ini,” ujar Eka Putra. Kehadiran para pejabat tinggi negara ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pengendara dan masyarakat sekitar.

Anggota DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan bahwa di lokasi tersebut direncanakan akan dibangun jalur penyelamatan darurat atau emergency safety area. Fasilitas ini sangat vital untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami rem blong di jalur menurun.

“Rencana di lokasi ini akan dibangun jalur penyelamatan darurat, dan karena lahan ini milik KAI di bawah BUMN, maka kami undang Danantara,” ujar Andre Rosiade. Pembangunan infrastruktur keselamatan ini akan menjadi prioritas demi menekan angka kecelakaan.

Dony Oskaria menegaskan dukungannya terhadap rencana tersebut dan segera memerintahkan tim teknis untuk melakukan kajian mendalam. Pihaknya berkomitmen untuk menindaklanjuti kebutuhan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

Usai meninjau jalur Panyalaian, rombongan melanjutkan kunjungan ke lokasi Hunian Sementara (Huntara) di Nagari Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Dony menegaskan bahwa kehadiran BUMN adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada rakyat.

“BUMN itu milik rakyat Indonesia, karena itu BUMN harus hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan saat bencana,” tegas Dony Oskaria. Saat ini, sebanyak 28 unit Huntara dari Danantara Indonesia telah hampir sepenuhnya dihuni oleh penyintas bencana.

Dukungan kolaborasi BUMN mencakup penyediaan material, alat berat, hingga dukungan logistik operasional lainnya bagi masyarakat terdampak. Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan pembangunan fasilitas publik di lokasi-lokasi strategis yang membutuhkan pemulihan pasca musibah. (Prokopim-dvd/fan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....