PEMBINAAN BK NAGARI SUNGAI CUBADAK: BUNDOKANDUANG MARWAH NAGARI
- 03 Jul 2025 14:45 WIB
- Bukittinggi
KBRN, AGAM- Dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan dan peran strategis Bundo Kanduang di tengah masyarakat, Badan Koordinasi (BK) Bundo Kanduang Nagari Sungai Cubadak, Kecamatan Baso, menggelar kegiatan pembinaan di Aula Kantor Nagari Sungai Cubadak, Rabu (2/7). Kegiatan ini menjadi langkah awal sejak terbentuknya pengurus BK Nagari pada tahun 2024, setelah dimekarkannya Nagari Sungai Cubadak pada 2023 lalu.
Kegiatan diikuti oleh 30 orang pengurus BK Nagari dan dihadiri oleh Ketua BK Kabupaten Agam, Bundo Asnita Thamrin, S.Sos, Ketua BK Kecamatan Baso, Bundo Husna Husen, Wakil Ketua BK Kecamatan, Bundo Hj. Rostanailis, Ketua BK Nagari Sungai Cubadak, Bundo Arnita Zulhartini. Acara ini dibuka langsung oleh Wali Nagari Sungai Cubadak, Yusmar Pakiah Basa.
Dalam sambutannya, Ketua BK Kabupaten Agam, Bundo Asnita Thamrin, S.Sos menegaskan pentingnya peran perempuan Minangkabau dalam membangun nagari dari rumah tangga masing-masing.
“Bundo Kanduang itu bukan hanya simbol, tapi jiwa dari marwah nagari. Kita ini ‘limpapeh rumah nan gadang’, tempat bertanya, tempat orang pulang, tempat mintak aia jikok awih, mintak nasi jikok litak,” tegas Bundo Asnita.
Ia melanjutkan bahwa pembinaan ini menjadi momen penting untuk mengulang kembali pemahaman adat Minangkabau yang telah mulai luntur, terutama bagi nagari baru seperti Sungai Cubadak.
“Kita ingin membangkitkan rasa cinta banagari. Bundo Kanduang harus kembali paham larangan dan pantangan adat, karena kalau bukan dari kita, dari siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” ucapnya.
Ketua BK Kecamatan Baso, Bundo Husna Husen, yang juga bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan ini, menegaskan pentingnya regenerasi pemahaman adat secara menyeluruh, terutama bagi anggota Bundo Kanduang yang baru bergabung.
Ia menyampaikan materi tentang filosofi adat Minangkabau yang berlandaskan pada ABS–SBK (Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah), Sarak mangato, adat mamakai, serta Alam takambang jadi guru.
Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap falsafah ini harus dimulai dari diri sendiri dan diterapkan dalam keluarga sebagai unit terkecil masyarakat.
"Pembinaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk meneguhkan jati diri perempuan Minang sebagai penjaga adat dan nilai-nilai luhur nagari," ujar Bundo Husna.
Melalui kegiatan ini, diharapkan BK Nagari Sungai Cubadak dapat menjadi contoh dalam pelestarian adat dan pembinaan karakter masyarakat melalui peran strategis Bundo Kanduang di tengah arus modernisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....