HUT Demokrat Jadi Momentum, Hj. Elfianis Kejar Air Bersih, Reses Perorangan Sukses

  • 07 Agt 2026 01:42 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi — Dengan senyum ramah dan penuh keakraban, srikandi parlemen Kota Bukittinggi dari Dapil Mandiangin Koto Selayan (MKS), Hj. Elfianis, SM, kembali menjalankan kewajibannya sebagai wakil rakyat.

Reses perorangan Masa Sidang III Tahun 2025/2026 dilaksanakan di belakang Poskeskel Kubu, Jalan Kubu Bawah RT 09 RW 01 Kelurahan Kubu Gulai Bancah, Kamis 6 Agustus 2026.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku lebih nyaman menggelar reses perorangan dibanding gabungan. Baginya, bersilaturahmi langsung dengan warga memberi energi tersendiri untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

"Pada reses kami kali ini, dengan durasi waktu yang sebentar, tetapi cukup banyak permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat," ucapnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu, persoalan banjir dan genangan air kembali menjadi keluhan utama warga. Isu yang sama juga kerap muncul saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum mendapat kepastian solusi.

"Jadi dalam reses ini kami ingin mendapatkan kepastian dari OPD terkait kapan dan bagaimana penanganan banjir dan genangan air itu dilakukan. Karena permasalahan ini terus muncul di reses dan musrenbang, solusinya harus cepat terealisasi," katanya.

Hj. Elfianis memahami Dinas Perkim dan PUPR Kota Bukittinggi telah berupaya. Namun keterbatasan anggaran daerah membuat penanganan belum maksimal. Ia mendorong agar OPD terkait menjadikan persoalan ini sebagai skala prioritas.

Warga juga menyoroti masalah sampah dan keberadaan pohon tua yang rawan membahayakan. Tanggapan langsung diberikan Kabid Persampahan terkait pengelolaan sampah. Sementara untuk pemangkasan pohon, Hj. Elfianis telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Menariknya, warga juga menitipkan aspirasi pemenuhan air bersih melalui sumur bor. Namun opsi ini masih dikaji karena perlu analisis dampak lingkungan.

Tekad Hj. Elfianis menguat menjelang Hari Jadi Partai Demokrat pada 9 September 2026. Bersama anggota DPRD dari fraksi yang sama, ia sepakat menjadikan pengadaan air bersih sebagai program prioritas yang diusulkan ke pusat.

"Kami minta Dinas PUPR menyiapkan proposal. Anggarannya besar, jadi perlu dukungan nasional," ujarnya.

Pihak PDAM Tirta Jam Gadang juga hadir dan menyampaikan bahwa reservoir penampungan air saat ini tidak mencukupi. Salah satu opsi adalah memanfaatkan aliran air Batang Sianok dan menaikkannya ke kawasan Panorama Baru. Namun pipa PDAM yang sudah tua menjadi kendala. Baru 25 persen pipa yang diganti.

"Jadi berproses nantinya. Ketika sumber air sudah ada, penyalurannya juga harus mendukung. Jangan sampai ada kebocoran pipa karena masih banyak pipa PDAM berusia tua. Percuma saja nanti, air bersih tidak sampai ke rumah warga," tegasnya.

Di bidang pendidikan, Hj. Elfianis telah berkomunikasi dengan Anggota DPD RI Irman Gusman untuk membantu sarana pendidikan di daerah. Aspirasi terkait kondisi MDTA seperti kebutuhan dam parit dan pengecoran lantai akan diusulkan ke pemerintah pusat.

Menutup keterangannya, legislator yang dikenal ramah dan murah senyum ini juga menyoroti persoalan bantuan sosial. Perubahan acuan ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) membuat sejumlah warga keluar dari daftar penerima karena angka desil naik.

"Kami ingin petugas pendataan DTSEN didampingi pihak kelurahan untuk membantu warga mengisi data. Hak warga yang membutuhkan bantuan sosial jangan sampai terkendala karena kesalahan input data," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....