Silly Aguspa Sebut Berhaji Enak, Makanan Melimpah Es Krim Sepuasnya
- 08 Jun 2026 17:28 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Bukittinggi - Anggapan bahwa perjalanan ibadah haji selalu diwarnai dengan kelelahan dan perjuangan fisik yang berat, seketika runtuh lewat cerita penuh keceriaan dari Sily Aguspa (37), jemaah Kloter 03 Padang asal Bengkulu.
Diantara ratusan jemaah yang sedang transit menunggu penerbangan lanjutan, kami melihat Silly, sosok ibu muda yang asik berbincang dengan kerabatnya yang ikut berhaji.
bu rumah tangga asal Provinsi Bengkulu yang suaminya berprofesi sebagai pekebun ini, tak henti-hentinya mengumbar senyum bahagia saat mendarat dan transit di Debarkasi Padang (BIM), 7 Juni lalu.
Bagi ibu dua anak ini, perjalanan menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci tahun 2026 ini justru terasa sangat nikmat, penuh kemudahan, dan jauh dari kata kekurangan.
"Enak sekali! Kalau dengar cerita sebelum-sebelumnya kan katanya banyak halangan dan hambatan. Ternyata pas dijalani, alhamdulillah semuanya lancar. Makanannya berlimpah dan tidak ada kendala apa pun," ujar Sily dengan mata berbinar-binar penuh rasa syukur.
Sily menceritakan, saking melimpahnya logistik yang disediakan oleh petugas pelayanan haji, makanan di dalam tenda maktabnya sampai tak habis terkonsumsi oleh jemaah.
"Di tenda kami itu berserakan makanan seperti jeruk, apel, dan pisang. Semuanya (seperti) tidak ada harga diri lagi, karena tidak kemakan. Perut kita kan terbatas kapasitasnya," guraunya sembari tertawa bahagia.
Persiapan Khawatir Kelaparan yang Berujung Sia-sia
Kisah menarik dialami Sily saat rombongan hendak bertolak menuju fase puncak haji di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Karena sempat mendengar kabar angin dari musim haji tahun-tahun lalu, ia sempat membongkar tasnya dan memenuhinya dengan perbekalan makanan karena takut kelaparan di tenda.
Namun, kekhawatiran itu langsung sirna sejak pertama kali ia melangkahkan kaki ke dalam bus.
"Belum sampai (ke Armuzna), baru naik bus saja kami sudah langsung dikasih snack. Waktu itu tetap diambil karena takut kelaparan di sana kan," kenangnya.
Begitu tiba di Arafah, Sily justru dibuat takjub dengan fasilitas tenda yang super lengkap layaknya penginapan yang nyaman. Pas nyampai di Arafah, dikasih tempat tidur yang sudah lengkap dengan alasnya, bantal, sampai selimut.
"Ada tumbler, kopi, payung, semuanya lengkap, Masya Allah. Di situ kami langsung mikir, buat apa kemarin bawa bekal banyak-banyak kalau tahu fasilitasnya selengkap ini?" ucapnya heran sekaligus kagum.
Es Krim Melimpah Penawar Cuaca Panas
Hal lain yang paling membekas di hati Sily adalah cara petugas memanjakan jemaah di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi. Alih-alih kepanasan, jemaah justru disuguhi kesegaran es krim gratis yang jumlahnya sangat masif.
"Es krim ada di mana-mana! setiap tenda itu es krimnya banyak sekali. Memang di sana cuacanya panas, tapi karena es krim ada di mana-mana, kami boleh ambil sepuasnya," tutur Sily.
Mengenai puncak ibadah, Sily yang mengambil skema murur saat di Muzdalifah mengaku seluruh prosesi berjalan sangat tertib. Bahkan saat melontar jumrah yang biasanya identik dengan desak-desakan, ia mendapatkan jalur yang longgar dan nyaman.
Meskipun kini kakinya sudah kembali memijak bumi pertiwi dan bersiap melanjutkan penerbangan pulang ke Bengkulu, Sily mengaku jiwanya seolah masih tertinggal di Baitullah.
"Sebelumnya saya tidak pernah bermimpi bisa sampai di sana. Ini sudah pulang lagi ke Indonesia, tapi rasanya masih seperti mimpi," tutupnya haru.
Kisah Sily Aguspa ini menjadi potret nyata bahwa peningkatan kualitas pelayanan haji tahun ini berhasil memberikan kenyamanan fisik sekaligus menghadirkan kebahagiaan yang mendalam di hati para jemaah haji Indonesia.
Ia juga sangat bahagia karena pulang membawa oleh-oleh Al-Qur'an gratis yang didapatnya saat di Jeddah sebelum memasuki ruang tunggu bandara. Humas
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....