Pedagang Makkah Semarak Sambut Kehadiran Jemaah Haji Indonesia
- 14 Mei 2026 15:18 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Makkah - Suasana pagi di kawasan Aziziyah dan sekitar hotel tempat menginap jemaah haji Indonesia di Kota Makkah tampak ramai dan semarak. Sejak usai Sholat Subuh hingga sekitar pukul 08.00 waktu setempat, para pedagang kaki lima mulai memadati pinggir jalan dan trotoar depan hotel jemaah Indonesia.
Dengan suara lantang dan gaya khas mereka, para pedagang berusaha menarik perhatian jemaah yang melintas. Menariknya, nama Presiden Indonesia seperti Joko Widodo dan Prabowo Subianto kerap disebut-sebut sebagai strategi promosi dagangan.
“Murah... murah... harga banting... harga Tanah Abang...!” teriak seorang pedagang.
Pedagang lain ikut bersahut sambil mengangkat barang dagangannya. “Jokowi... Jokowi... 100 ribu... 20 real...!”
Tak mau kalah, pedagang lainnya kembali memancing perhatian jemaah. “Prabowo boleh... Jokowi boleh... ayo beli...!”
Menurut Muchfiandi atau yang akrab disapa Andi Sigap, suasana tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci.
“Pada waktu-waktu inilah para pedagang kaki lima sibuk menggelar dagangan mereka di pinggir jalan dan trotoar depan hotel jamaah Indonesia,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Beragam barang dijajakan mulai dari sajadah, peci, tasbih, parfum, sandal, gamis, kurma hingga berbagai oleh-oleh khas Arab Saudi. Namun yang paling mencuri perhatian jemaah adalah hadirnya makanan khas Indonesia yang dijual di sekitar hotel.
Aroma gorengan hangat, lontong sayur, bubur kacang hijau, soto, pecal, nasi uduk, nasi kuning hingga aneka jajanan nusantara lainnya membuat suasana pagi di Makkah terasa seperti berada di kampung halaman.
Para pedagang yang berasal dari berbagai negara tampaknya sudah sangat mengenal karakter dan selera jemaah Indonesia. Mereka bahkan fasih mengucapkan sejumlah kata berbahasa Indonesia seperti “murah”, “bonus”, “boleh kurang”, “teman Indonesia”, hingga “tidak apa-apa”.
Fenomena tawar-menawar pun menjadi pemandangan yang akrab. Suasana transaksi yang hangat dan penuh candaan kerap membuat jemaah tersenyum bahkan akhirnya membeli dagangan yang ditawarkan.
Istilah “uang Jokowi” juga sudah dikenal luas di kalangan pedagang sekitar hotel jemaah Indonesia sebagai penanda pembayaran menggunakan rupiah. Kini, nama Presiden Prabowo juga mulai ramai digunakan pedagang untuk menarik perhatian pembeli.
Fenomena tersebut menunjukkan besarnya pengaruh dan jumlah jemaah Indonesia di Kota Suci Makkah. Kehadiran mereka tidak hanya membawa semangat ibadah, tetapi juga menghadirkan nuansa budaya Indonesia yang terasa hidup di sudut-sudut Kota Suci. (zul)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....