RRI.CO.ID,Bukittinggi - Keberangkatan kelompok terbang (kloter) 11 menjadi penanda berakhirnya fase penerbangan gelombang pertama jemaah haji Embarkasi Padang dengan rute Padang– Madinah. Secara keseluruhan, sebanyak 4.303 jemaah telah diberangkatkan dalam 11 kloter menuju Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengungkapkan rasa syukur atas kelancaran proses keberangkatan seluruh jemaah pada fase ini. Ia menyebut, seluruh tahapan berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
“Dengan keberangkatan kloter 11, fase penerbangan gelombang pertama resmi selesai. Alhamdulillah semuanya berlangsung lancar,” ujarnya, Rabu (6/5).
Selanjutnya, pemberangkatan jemaah gelombang kedua dijadwalkan dimulai pada dini hari berikutnya melalui rute Padang– Jeddah.
“Insya Allah, gelombang kedua akan dimulai besok dini hari dengan tujuan Jeddah,” ujarnya.
Meski keberangkatan kloter terakhir berlangsung di tengah hujan deras, pelayanan kepada jemaah tetap berjalan tertib dan optimal. Bahkan, pesawat dilaporkan lepas landas lebih cepat dari jadwal yang ditentukan.
Dikatakan, Hingga kloter 11, sebagian besar jemaah asal Embarkasi Padang telah tiba di Arab Saudi. Bahkan, jemaah yang lebih dulu mendarat di Madinah kini mulai diberangkatkan secara bertahap menuju Makkah.
“Sekitar enam kloter sudah bergerak dari Madinah ke Makkah untuk memulai rangkaian ibadah, diawali dengan umrah wajib,” katanya.
Ia memastikan, proses perpindahan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung tertib dan sesuai skema yang telah disiapkan. Para jemaah pun diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan agar dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
Pada kloter 11, jumlah jemaah tercatat sebanyak 390 orang dengan tiga kursi kosong. Mereka merupakan gabungan dari beberapa daerah, yakni Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 208 orang, Kabupaten Sijunjung 90 orang, Kabupaten Dharmasraya 83 orang, serta Kota Padang 4 orang, didampingi empat petugas kloter.
Jemaah tertua pada kloter ini berusia 83 tahun, sementara yang termuda berusia 20 tahun. Selain itu, tim petugas yang mendampingi terdiri dari unsur pimpinan kloter, pembimbing ibadah, tenaga medis, hingga petugas daerah.