Abdul Aziz Rasakan Keharuan Qalbu Mendalam Serta Kedamaian Ibadah di Madinah
- 04 Mei 2026 20:36 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Madinah — Suasana haru dan penuh kekhusyukan menyelimuti perjalanan ibadah haji yang dijalani para jemaah asal Bukittinggi pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Salah satunya dirasakan oleh Abdul Aziz, yang dipercaya sebagai Ketua Rombongan (Karu) 3 dalam Kloter 7.

Sehari-hari bertugas sebagai pegawai di UIN Sjech M Djamil Djambek Bukittinggi, Abdul Aziz mengaku pengalaman spiritual di Tanah Suci menjadi momen yang tak tergantikan dalam hidupnya.
Ia menggambarkan suasana ibadah di Masjid Nabawi sebagai pengalaman yang menghadirkan ketenangan batin yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

“Setiap langkah menuju masjid, setiap lantunan doa, terasa begitu dekat dan menyentuh hati. Ada rasa haru yang terus mengalir, seakan seluruh perjalanan hidup bermuara di tempat ini,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Kesempatan untuk memasuki Raudhah menjadi salah satu momen paling berkesan baginya. Raudhah, yang dikenal sebagai taman surga, memberikan pengalaman spiritual yang sangat mendalam. Dalam keheningan dan kepadatan jemaah dari berbagai penjuru dunia, Abdul Aziz merasakan getaran iman yang begitu kuat.
“Ketika akhirnya bisa berada di Raudhah, saya benar-benar merasakan kebesaran Allah. Air mata tak terbendung, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, memohon ampunan dan keberkahan untuk diri sendiri, keluarga, serta seluruh umat,” tuturnya.
Tak hanya itu, perjalanan ibadahnya juga dilengkapi dengan kunjungan ke Masjid Quba. Masjid yang memiliki nilai sejarah tinggi ini memberikan pengalaman spiritual tersendiri.
Ia menyebutkan bahwa beribadah di sana menghadirkan rasa damai dan kebahagiaan yang mendalam.
“Di Masjid Quba, saya merasakan ketenangan yang berbeda. Seolah setiap doa yang dipanjatkan membawa kesejukan bagi hati dan pikiran,” katanya.
Sebagai Ketua Rombongan, Abdul Aziz juga memikul tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh anggota rombongan dapat menjalankan ibadah dengan lancar.
Meski demikian, ia tetap berusaha menyeimbangkan antara tugas dan kekhusyukan pribadi.
Ia berharap seluruh jemaah haji asal Bukittinggi, khususnya Kloter 7, dapat memanfaatkan setiap momen di Tanah Suci dengan sebaik-baiknya, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
“Perjalanan ini bukan hanya tentang fisik, tetapi tentang perjalanan hati. Semoga kami semua bisa kembali dengan membawa perubahan menjadi pribadi yang lebih baik,” tutupnya penuh harap.
Kisah spiritual Abdul Aziz ini menjadi cerminan betapa ibadah haji bukan sekadar ritual, melainkan perjalanan batin yang mampu menyentuh sisi terdalam kehidupan manusia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....