Bupati Pasaman Lepas 193 CJH 1447 Hijriah Penuh Haru, Doa & Air Mata
- 03 Mei 2026 08:26 WIB
- Bukittinggi
Ribuan keluarga memadati lokasi pelepasan. Wajah-wajah penuh harap bercampur haru terlihat jelas saat para jemaah satu per satu berpamitan. Tidak sedikit yang menitikkan air mata, melepas orang tercinta dengan doa terbaik agar kembali dengan predikat haji mabrur.
Prosesi pelepasan dipimpin langsung oleh Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas keberangkatan ratusan warga Pasaman ke Tanah Suci. Ia menegaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perjalanan penuh makna yang menguji fisik, mental, dan spiritual.
“Ibadah haji adalah perjalanan fisik, mental, dan spiritual. Saya meminta jamaah untuk disiplin menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan tidak memaksakan diri,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Bupati juga berpesan agar seluruh jemaah menjaga kekompakan dan kebersamaan selama di Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa para jemaah membawa nama baik daerah dan bangsa.
“Jadilah duta Pasaman dan Indonesia yang menunjukkan akhlakul karimah. Saling tolong-menolong, perbanyak doa dan zikir, serta jaga sikap di manapun berada,” tambahnya.
Turut hadir dalam momen penuh haru tersebut Wakil Bupati Pasaman Parulian, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pasaman Muksinin, Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Ralitasman, serta Ketua TP-PKK Pasaman Ny. Lusi Welly Suhery.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Pasaman, Muksinin, menjelaskan bahwa seluruh jemaah tahun 1447 Hijriah ini tergabung dalam Kloter X dengan total 193 orang. Ia juga mengungkapkan keberagaman usia jemaah, dari yang muda hingga lansia.
“Jemaah termuda, Amalia Indah (21), seorang mahasiswa asal Padang Gelugur. Sementara jemaah tertua, Dasiar Boer Burhanuddin (84), berasal dari Kecamatan Bonjol,” jelasnya.
Perjalanan kloter ini dipimpin oleh Ketua Kloter Busra Nazir, didampingi pembimbing ibadah H. Asrul, serta dua petugas kesehatan, Titania Yuliska dan Syafliadi, yang siap memastikan keselamatan dan kesehatan jemaah selama menjalankan ibadah.
Di tengah suasana haru yang mendalam, doa-doa terus dipanjatkan. Harapan besar tersemat agar seluruh jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, serta kembali ke tanah air dengan membawa predikat haji yang mabrur—menjadi pribadi yang lebih baik bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.
Keberangkatan ini bukan sekadar perjalanan jauh, tetapi langkah suci menuju panggilan Ilahi. Sebuah momen yang akan selalu dikenang, penuh air mata, doa, dan harapan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....