Jemaah Haji 1447 H Asal Bukit Apit Bukittinggi Meninggal Di Madinah
- 03 Mei 2026 06:46 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID,Madinah - Suasana haru dan duka mendalam menyelimuti rombongan jamaah haji Kloter PDG 07.
Di tengah perjalanan suci yang penuh harapan dan doa, kabar kepergian salah satu jamaah menjadi pukulan yang begitu terasa. Seorang perempuan lanjut usia yang penuh keteguhan iman, Yunilis Muin (73) telah dipanggil menghadap Sang Khalik di Tanah Suci.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Kalimat itu terucap lirih, berulang-ulang, di antara para jamaah yang tak kuasa menahan kesedihan.
Almarhumah menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 2 Mei 2026, sekitar pukul 16.00 Waktu Arab Saudi, di Saudi German Hospital Madinah—kota mulia yang menjadi saksi perjalanan hidup terakhirnya.
Bagi banyak orang, berhaji adalah impian seumur hidup. Bagi almarhumah Yunilis Muin, perjalanan ini bukan sekadar ibadah, melainkan puncak dari pengabdian panjang kepada Allah SWT.
Di usia 73 tahun, dengan segala keterbatasan fisik, beliau tetap melangkah mantap memenuhi panggilan suci. Tak ada keluh kesah, hanya doa dan harap yang terus mengalir dari lisannya.
Almarhumah berasal dari Bukit Apit Kota Bukittinggi—sebuah daerah yang kini ikut berduka, seakan kehilangan salah satu putri terbaiknya.
Sosoknya dikenal sederhana, penuh kelembutan, dan selalu menghadirkan ketenangan bagi siapa saja yang berada di sekitarnya. Di antara rombongan, beliau bukan hanya jamaah biasa, tetapi juga sosok ibu yang meneduhkan.
“Beliau selalu mengingatkan kami untuk bersabar, untuk ikhlas, untuk menjaga hati selama di Tanah Suci,” ujar salah seorang jamaah dengan mata berkaca-kaca.
“Kami tidak menyangka, beliau yang paling sering menguatkan justru lebih dulu pergi meninggalkan kami.”
Detik-detik kepergian almarhumah menjadi momen yang tak akan pernah dilupakan oleh rekan-rekannya.
Di tengah suasana kota Madinah yang damai, di bawah langit yang menjadi saksi jutaan doa umat, almarhumah menutup usia dalam keadaan yang begitu mulia—di tanah yang dirindukan oleh seluruh umat Islam.
Ucapan belasungkawa pun mengalir dari tanah air. Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Camat Guguak Panjang H. Heru Tri Astanawa,S.Pd.I.M.Pd Tuanku Nan Sati menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.
“Atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkapnya dengan penuh empati.
Beliau juga menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.
“Kepergian di Tanah Suci adalah kemuliaan yang tidak semua orang dapatkan. Semoga ini menjadi penghibur bagi keluarga,” tambahnya.
Kepergian Yunilis Muin bukan sekadar kabar duka—ini adalah kisah tentang pengabdian, keikhlasan, dan panggilan Ilahi yang datang di waktu terbaik.
Di saat jutaan umat berbondong-bondong mendekatkan diri kepada Allah, beliau justru dipanggil lebih dahulu, seakan menjadi tamu istimewa yang dijemput langsung oleh-Nya.
Langkahnya mungkin telah terhenti di dunia, namun jejak kebaikannya tetap hidup dalam ingatan orang-orang yang mengenalnya.
Doa-doa terus mengalir, mengiringi kepergiannya dari tanah air hingga ke Tanah Suci.
Kini, Bukittinggi berduka. Tanah kelahirannya kehilangan satu jiwa yang penuh ketulusan. Namun di balik kesedihan itu, tersimpan keyakinan yang menguatkan—bahwa almarhumah telah kembali kepada Sang Pencipta dalam keadaan yang dimuliakan.
Selamat jalan, ibu Yunilis Muin.
Langit Madinah menjadi saksi kepergianmu.
Doa kami mengalir, menembus jarak, mengiringi perjalananmu menuju keabadian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....