BNNP Sumbar Musnahkan 145 Kg Ganja dari Bandar Asal Bukittinggi
- 10 Jun 2026 21:54 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat memusnahkan sekitar 145 kilogram ganja, Rabu, 10 Juni 2026.
Ganja ini merupakan hasil pengungkapan kasus penyelundupan narkotika dari Sumatera Utara ke Sumatera Barat beberapa minggu lalu.
Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus yang terjadi di wilayah Bukittinggi dengan empat orang tersangka yang telah diamankan.
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi mengatakan, total barang bukti yang disita dalam kasus tersebut mencapai 150 paket ganja. Namun sebagian disisihkan untuk kebutuhan pembuktian di pengadilan, dan pemeriksaan laboratorium.
"Total barang bukti yang kita musnahkan hari ini sekitar 145 kilogram. Ada empat tersangka yang sudah kita amankan," sebutnya.
Menurut Ricky Yanuarfi, para tersangka telah melakukan tindak pidana penyelundupan ganja dari Sumatera Utara ke Sumatera Barat dan aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan.
"Pengakuan tersangka, ini sudah kali ketiga mereka melakukan penyelundupan. Barang ini akan didistribusikan di wilayah Bukittinggi dan Agam," ujarnya.

Bandar, dan Pemodal Berasal dari Bukittinggi
Ricky Yanuarfi mengungkapkan, dari empat tersangka yang diamankan, satu orang berinisial MI berperan sebagai bandar sekaligus pemodal dalam jaringan tersebut.
MI disebut bertugas menyediakan modal, menjemput barang dari pemasok, hingga mengatur distribusi ganja ke wilayah tujuan.
"MI ini sudah kali ketiga menjadi pemodal, ikut menjemput barang dan merencanakan pendistribusiannya. Jadi dia bandarnya, dia pemodalnya, dia juga yang mengatur distribusi. Tiga orang lainnya merupakan kaki tangannya," tuturnya.
Menurut Ricky Yanuarfi, para pelaku membeli ganja dari wilayah Mandailing Natal, Sumatera Utara, kemudian menjualnya kembali di Bukittinggi dengan keuntungan hingga dua kali lipat.
"Motifnya ekonomi. Narkotika itu pasti motifnya keuntungan. Dibeli di sana dengan harga tertentu, lalu dijual di sini bisa dua sampai tiga kali lipat," terangnya.

Bukittinggi, dan Agam Jadi Target Peredaran
Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh barang haram tersebut rencananya akan diedarkan di wilayah Kota Bukittinggi, dan Kabupaten Agam.
Ricky Yanuarfi mengaku prihatin karena para pelaku merupakan warga asli Bukittinggi yang justru menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika di daerahnya sendiri.
"Mereka orang Bukittinggi asli yang meracuni masyarakat Bukittinggi. Kalau pasarnya semakin luas, tentu bisa berkembang ke daerah lain di Sumatera Barat," ujarnya.
Ricky Yanuarfi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat gerakan perang terhadap narkoba guna menekan angka penyalahgunaan narkotika di Sumbar.
Sumut Masih Jadi Pemasok Utama Ganja ke Sumbar
BNNP Sumbar memetakan Aceh dan Sumatera Utara sebagai dua provinsi penghasil ganja terbesar yang menjadi sumber pasokan ke berbagai daerah di Sumatera, termasuk Sumbar.
Khusus Sumatera Utara, wilayah Mandailing Natal menjadi salah satu titik asal pengiriman yang paling sering terdeteksi.
"Makanya kita sering melakukan penangkapan di kawasan Palupuh, Kabupaten Agam. Karena jalur itu sering digunakan untuk membawa ganja dari Sumatera Utara masuk ke Sumbar," ucapnya.
Selain melalui Palupuh, jaringan narkotika juga kerap memanfaatkan jalur Pekanbaru-Payakumbuh hingga jalur Air Molek-Kiliran Jao-Sijunjung untuk menghindari pengawasan aparat.
Ricky Yanuarfi menambahkan, koordinasi antara BNN, kepolisian, BINDA dan berbagai unsur intelijen terus diperkuat untuk memantau pergerakan jaringan narkotika yang kerap mengubah rute penyelundupan.

Pemusnahan Dilakukan di Krematorium
Pemusnahan barang bukti kali ini dilakukan di sebuah krematorium karena dinilai lebih aman dan memiliki kapasitas pembakaran yang lebih besar dibandingkan fasilitas yang biasa digunakan BNN.
"Tempat ini kapasitasnya besar, lebih aman dan lebih cepat. Karena kita belum memiliki insinerator sendiri, saat ini BNNP Sumbar sedang mengajukan pengadaan insinerator ke BNN Pusat," ujarnya.
Ricky Yanuarfi juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan HBT yang telah memfasilitasi proses pemusnahan barang bukti secara gratis. (YPA/AGZ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....