Skincare Viral, Langsung Checkout, "ketika FOMO Menguasai Keranjang Belanja"
- 27 Agt 2026 07:49 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Pernah nggak, awalnya cuma iseng lihat review skincare di TikTok, tapi beberapa menit kemudian sudah masuk keranjang belanja? Apalagi kalau banyak orang bilang produknya bagus, viral, dan “wajib punya”, rasa takut ketinggalan tren atau FOMO (Fear of Missing Out) bisa muncul tanpa kita sadari.
Fenomena FOMO dalam membeli skincare sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kita melihat orang lain mendapatkan kulit glowing setelah memakai produk tertentu, lalu muncul pikiran bahwa mungkin kulit kita juga akan lebih baik kalau ikut mencobanya.
Media sosial membuat perasaan tersebut semakin kuat karena kita terus melihat produk yang sama berulang kali. Semakin sering sebuah produk muncul di timeline, semakin familiar produk tersebut terasa, bahkan sampai muncul kesan bahwa semua orang sedang menggunakannya.
Review dari beauty influencer juga punya pengaruh besar dalam keputusan membeli. Ketika seseorang yang kita ikuti mengatakan sebuah serum adalah “holy grail”, kita bisa dengan mudah merasa bahwa produk tersebut juga harus ada di rutinitas skincare kita.
Masalahnya, kebutuhan kulit setiap orang tentu berbeda. Produk yang cocok untuk seseorang belum tentu memberikan hasil yang sama pada orang lain, apalagi jika kita membelinya hanya karena sedang viral tanpa memahami kandungan dan kebutuhan kulit sendiri.
FOMO juga sering membuat kita membeli produk sebelum produk sebelumnya benar-benar habis. Akhirnya, meja atau lemari dipenuhi botol skincare yang sebagian bahkan belum sempat digunakan secara rutin.
Ada juga rasa takut kehilangan kesempatan ketika sebuah produk diklaim sedang diskon, limited edition, atau hanya tersedia dalam jumlah tertentu. Padahal, tidak semua promo berarti kita benar-benar menghemat uang jika produk tersebut sebenarnya tidak masuk dalam kebutuhan kita.
Bukan berarti mengikuti tren skincare itu selalu buruk. Mencoba produk baru bisa menjadi hal yang menyenangkan selama kita tetap punya alasan yang jelas untuk membelinya dan tidak merasa harus mengikuti semua tren yang muncul di media sosial.
Sebelum menekan tombol checkout, mungkin kita bisa berhenti sebentar dan bertanya, “Aku benar-benar butuh produk ini atau cuma takut ketinggalan?” Pertanyaan sederhana tersebut bisa membantu kita membedakan antara membeli karena kebutuhan dan membeli karena terbawa suasana.
Pada akhirnya, skincare bukan tentang seberapa banyak produk viral yang berhasil kita kumpulkan. Kulit yang sehat tidak ditentukan oleh isi keranjang belanja, tetapi oleh perawatan yang sesuai, konsisten, dan kemampuan kita untuk memilih produk berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar FOMO. (DEP/YPA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....