Hobi Gen Alpha yang Bikin Orang Tua Kewalahan

  • 19 Agt 2026 23:21 WIB
  •  Bukittinggi

RRI. CO. ID, Bukittinggi - Generasi Alpha dikenal tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat, sehingga banyak hobinya tidak lepas dari perangkat digital. Mulai dari bermain gim, membuat konten, hingga mengoleksi barang tertentu, kegiatan tersebut terkadang membuat orang tua kewalahan mengatur waktu dan pengeluaran anak.

Salah satu hobi yang cukup menyita perhatian adalah bermain gim daring dalam waktu lama. Selain membutuhkan perangkat yang memadai, anak terkadang meminta pembelian item digital, karakter khusus, atau akses permainan berbayar yang dapat menambah pengeluaran keluarga.

Hobi membuat dan mengunggah konten juga semakin populer di kalangan anak-anak yang akrab dengan media sosial. Orang tua perlu mendampingi karena kegiatan tersebut membutuhkan perangkat, koneksi internet, sekaligus pengawasan agar anak tidak membagikan informasi pribadi secara sembarangan.

Mengoleksi mainan, kartu, figur karakter, atau barang edisi terbatas juga dapat membuat orang tua kewalahan. Keinginan mendapatkan koleksi terbaru bisa muncul berulang kali, apalagi ketika anak melihat tren tersebut melalui video atau unggahan kreator favoritnya.

Sebagian anak Gen Alpha juga tertarik dengan hobi fotografi dan videografi menggunakan ponsel. Meskipun dapat mengembangkan kreativitas, kebiasaan membeli aksesori seperti tripod, mikrofon, lampu, atau perangkat pendukung lainnya bisa menjadi tantangan bagi anggaran keluarga.

Hobi mengikuti tren fesyen dan membeli berbagai barang populer di internet juga mulai memengaruhi kebiasaan sebagian anak. Keinginan memiliki produk yang sedang viral terkadang muncul karena pengaruh teman, kreator konten, maupun tayangan media sosial.

Ada pula anak yang gemar mengikuti kompetisi gim atau kegiatan digital lainnya secara rutin. Jika tidak diatur dengan baik, waktu untuk belajar, tidur, berolahraga, dan berinteraksi dengan keluarga dapat berkurang karena terlalu fokus pada aktivitas tersebut.

Meski demikian, tidak semua hobi digital harus dianggap buruk oleh orang tua. Jika diarahkan dengan tepat, bermain gim dapat melatih strategi, membuat konten dapat mengasah kreativitas, dan kegiatan digital lainnya bisa menjadi sarana belajar keterampilan baru.

Orang tua sebaiknya membuat aturan yang jelas mengenai durasi penggunaan perangkat, prioritas pengeluaran, serta aktivitas yang harus diselesaikan sebelum anak menjalankan hobinya. Komunikasi terbuka juga penting agar anak memahami alasan di balik setiap batasan tanpa merasa hobinya selalu dilarang.

Pada akhirnya, hobi Gen Alpha sebenarnya dapat menjadi sarana perkembangan diri apabila mendapatkan pendampingan yang tepat. Tantangan bagi orang tua bukan sekadar membatasi hobi anak, melainkan membantu mereka menikmati kesenangan tersebut secara sehat, aman, kreatif, dan tetap sesuai kemampuan keluarga. (MU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....