Tren Adopsi Kucing FOMO Picu Masalah Penelantaran

  • 27 Jul 2026 08:14 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Tren memelihara kucing menggemaskan kini masih digandrungi oleh sebagian besar masyarakat. Namun fenomena ini sayangnya sering kali hanya didasari oleh ikut-ikutan tren media sosial saja.

Saat berdialog dalam program Selamatkan Alam Bersama Aksi Inspiratif (SABAI) di Programa 4 dan kanal Youtube RRI Bukittinggi, drh. Loli Amalia menyayangkan adanya fenomena adopsi satwa yang tanpa disertai komitmen kuat tersebut.

"Memelihara kucing itu sejatinya merupakan sebuah tanggung jawab seumur hidup pemiliknya," ujar drh. Loli.

Ia memaparkan bahwa angka harapan hidup kucing domestik relatif panjang karena bisa mencapai lima belas tahun. Oleh karena itu calon pemilik wajib memikirkan masa depan hewan peliharaan mereka secara matang.

Kesiapan finansial juga menjadi poin penting yang tidak boleh diabaikan sebelum memutuskan mengadopsi seekor anabul (Anak Bulu). Pemilik harus berkomitmen menyediakan pakan berkualitas serta tempat tinggal layak untuk hewan.

Faktor kesiapan mental anggota keluarga di rumah juga memegang peranan krusial bagi kesejahteraan psikologis satwa.

"Jangan sampai pemilik merasa bosan lalu menelantarkan kucing tersebut saat sudah tidak imut lagi," tambahnya.

drh. Loli Amalia mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan mengadopsi hewan hanya karena dorongan gengsi semata. Komitmen jangka panjang menjadi kunci utama dalam memelihara hewan peliharaan dengan penuh tanggung jawab. (DR/YPA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....