Sejarah Penemuan Catur, "Dari Permainan Kerajaan ke Seluruh Dunia"

  • 30 Apr 2026 08:19 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Catur adalah salah satu permainan paling populer di dunia, dikenal sebagai permainan strategi yang melatih kecerdasan dan kesabaran. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa catur memiliki sejarah panjang yang menarik, dimulai ribuan tahun yang lalu.

Permainan ini diyakini berasal dari India sekitar abad ke-6 Masehi dengan nama Chaturanga. Kata “Chaturanga” sendiri berarti “empat bagian pasukan”, yaitu infanteri, kavaleri, gajah, dan kereta perang—yang menjadi dasar dari bidak-bidak catur modern.

Dari India, permainan ini menyebar ke Persia dan dikenal sebagai Shatranj. Di sinilah banyak istilah catur mulai berkembang, termasuk kata “checkmate” yang berasal dari bahasa Persia “shah mat” yang berarti “raja mati” atau “raja tak berdaya”.

Setelah Penaklukan Persia oleh bangsa Arab, permainan ini ikut menyebar ke dunia Islam dan kemudian ke Eropa melalui perdagangan dan penaklukan. Di Eropa, aturan permainan mulai berubah secara signifikan pada abad ke-15, terutama pada pergerakan bidak ratu yang menjadi lebih kuat—membentuk catur modern seperti yang kita kenal sekarang.

Organisasi global seperti FIDE (Federasi Catur Dunia) kemudian didirikan pada tahun 1924 untuk mengatur kompetisi internasional dan standar permainan. Sejak saat itu, catur berkembang pesat menjadi olahraga intelektual yang dipertandingkan di seluruh dunia.

Kini, catur tidak hanya dimainkan secara tradisional di papan, tetapi juga melalui platform digital dan bahkan menjadi bagian dari budaya populer. Dari permainan strategi para bangsawan hingga aplikasi di ponsel, catur terus bertahan sebagai simbol kecerdasan dan perencanaan. (DKA/YPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....